Fokus Stabilitas Kawasan, ASEAN Perkuat Kerja Sama Bidang Maritim

53 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati penguatan kerja sama maritim dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 di Cebu, Filipina, kemarin. Kesepakatan itu bertujuan mewujudkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara dalam koridor hukum internasional.

"Kami sepakat memperkuat kerja sama maritim di bidang penegakan hukum, pertahanan, keamanan dan keselamatan navigasi, serta konektivitas transportasi laut," demikian petikan deklarasi bersama itu yang disiarkan di situs resmi ASEAN 2026 dan dilihat pada Sabtu (9/5/2026).

Para pemimpin ASEAN juga sepakat memperluas kerja sama dalam operasi pencarian dan penyelamatan (save and rescue/SAR). Di samping itu, kolaborasi juga meliputi perlindungan lingkungan laut, penanganan polusi maritim, dan infrastruktur bawah laut. Demikian pula dengan ekonomi biru, ilmu kelautan, riset kemaritiman, serta sektor terkait lainnya.

Deklarasi para pemimpin ASEAn ini turut menyepakati optimalisasi Forum Penjaga Pantai ASEAN (ACF) sebagai platform kerja sama penegakan hukum maritim.

Langkah itu dilakukan melalui penguatan kapasitas hingga peningkatan koordinasi dengan lembaga terkait di kawasan Asia Tenggara.

ASEAN juga berkomitmen mengintensifkan kerja sama maritim melalui berbagai mekanisme, seperti ACF, Forum Regional ASEAN (ARF), KTT Asia Timur (EAS), dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM-Plus).

Para pemimpin ASEAN menegaskan, kerja sama maritim kawasan akan dilaksanakan dengan memerhatikan Piagam PBB, Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, serta hukum dan norma internasional lainnya.

Negara-negara anggota ASEAN sepakat mendorong pemahaman lebih lanjut terkait isu maritim melalui pendirian Pusat Maritim ASEAN. Lembaga ini akan berpusat di Filipina.

Terkait Pedoman Tata Perilaku (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan, ASEAN sepakat melanjutkan negosiasi sesuai hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

Para pemimpin ASEAN juga mendukung penguatan kerja sama maritim dengan mitra eksternal. Hal itu dilakukan dengan tetap mengutamakan Sentralitas ASEAN, termasuk implementasi Pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik (AOIP).

Dalam kesempatan yang sama, para pemimpin Asia Tenggara turut mengadopsi pernyataan bersama mengenai respons ASEAN terhadap krisis Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi kawasan.

KTT ke-48 ASEAN yang digelar di bawah Keketuaan Filipina mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama" dan secara resmi dibuka Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat (8/5/2026).

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya