FFI 2026: Kebiasaan menabung pada anak muda meningkat jadi 92 persen

1 minggu yang lalu 12
Jadi sebenarnya kebiasaan untuk nabung rutin dan mempersiapkan dana darurat orang tuh sudah mulai aware.

Jakarta (ANTARA) - Financial Fitness Index (FFI) 2026 yang diluncurkan PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) bersama NielsenIQ (NIQ) mencatat indikator perkembangan positif terhadap kesadaran menabung pada anak muda di Indonesia yang meningkat jadi 92 persen.

Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi menyebut persentase anak muda yang rutin menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung meningkat dari 89 persen pada 2025 menjadi 92 persen pada 2026.

"Jadi sebenarnya kebiasaan untuk nabung rutin dan mempersiapkan dana darurat orang tuh sudah mulai aware. Mungkin karena in this economy ya, banyak berita-berita yang kita nggak tau nih minggu depan tuh gimana gitu ya, kerjaan kita safe kah. Nah itu sudah, kalau kita lihat trennya dari tahun lalu itu naik. Orang semakin bersiap," kata Inggit dalam acara OCBC Financial Fitness Index 2026 dalam Nyala Festival, di Jakarta, Jumat.

Responden FFI merupakan masyarakat berusia 25-35 tahun di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar, dengan penghasilan di atas Rp5 juta serta memiliki rekening bank.

Inggit mengatakan semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan, sehingga peningkatan awareness tersebut dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan finansial.

Survei ini juga mencatat kepemilikan dana darurat berkaitan pula dengan kesiapan masyarakat untuk mengembangkan aset melalui instrumen investasi yang lebih kompleks.

FFI 2026 menunjukkan masyarakat yang telah memiliki dana darurat memiliki tingkat kepemilikan investasi kompleks sebesar 9 persen, dibandingkan 4 persen pada kelompok yang belum memiliki dana darurat.

Sementara itu, 14 persen masyarakat yang telah memiliki dana darurat mempertimbangkan untuk memiliki produk investasi yang lebih kompleks, sedangkan pada kelompok yang belum memiliki dana darurat angkanya hanya 2 persen.

Namun, peningkatan kebiasaan menabung tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kesiapan finansial untuk menghadapi kebutuhan jangka panjang.

FFI 2026 mencatat sebanyak 55 persen masyarakat merasa perencanaan finansial mereka saat ini akan membawa kesuksesan finansial di masa depan, tetapi 80 persen belum melakukan pencatatan keuangan dan hanya 27 persen yang memiliki dana darurat.

"Sayangnya nabungnya kayaknya lebih untuk jangka pendek. Kalau yang untuk pensiun, untuk investasi tuh agak tersendat. Mungkin orang sekarang, buat yang short term aja dulu. Saingan kita kan sama pengeluaran lifestyle," kata Inggit.

Menurut Nielsen, kondisi ini menunjukkan bahwa financial awareness atau literasi finansial perlu terus diterjemahkan menjadi aksi nyata.

Jika fondasi finansial mulai terbentuk, masyarakat semakin memiliki ruang untuk memikirkan pertumbuhan aset dan tujuan finansial jangka panjang dengan semakin matang.

Baca juga: Pegadaian dan OJK ajak generasi muda mandiri finansial secara aman

Baca juga: Askrindo dorong literasi perlindungan finansial bagi generasi muda

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya