Fatayat NU Promosikan Produk UMKM Kader di ISEF 2026

11 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kader melalui ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Fatayat NU memperkenalkan produk modest fashion dan kuliner dari berbagai daerah untuk memperluas jangkauan pemasaran dan membuka peluang pasar baru.


Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU Hj Wafa Fatria Ummah mengatakan, partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi menghimpun dan mempromosikan produk UMKM kader. Fatayat NU bekerja sama dengan pengurus wilayah di berbagai provinsi untuk mendata usaha kader, mulai dari produk fesyen hingga makanan olahan.


“Harapannya, produk teman-teman ini dapat go nasional dan internasional,” ujar Wafa saat ditemui di sela kegiatan ISEF 2026 di Jakarta, Jumat (16/10/2026).


Pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, tersebut menjadi ruang bagi Fatayat NU untuk memperkenalkan beragam produk fesyen, antara lain gamis, jilbab, tunik, parfum, dan produk rajut. Produk dari Azrel Exclusive dan Urban Habit Studio turut dipamerkan melalui stan PP Fatayat NU bernomor CB72.


Selain produk fesyen, Fatayat NU menghadirkan aneka kuliner UMKM di area makanan halal. Produk yang ditawarkan meliputi keripik, peyek, brownies, stik keju, dan olahan singkong.


Kehadiran dua kategori produk tersebut menunjukkan beragamnya usaha yang dikembangkan kader Fatayat NU. Melalui promosi dan perluasan jejaring pemasaran, produk-produk tersebut diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.


Wafa menjelaskan, keikutsertaan Fatayat NU dalam rangkaian ISEF telah berlangsung sejak tahun kedua penyelenggaraan yang mereka ikuti. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dari daerah masing-masing, sekaligus membuka peluang agar usaha kader dikenal di luar lingkungan pemasaran setempat.


Sebelum pameran, Fatayat NU juga mengikuti kegiatan sosialisasi ekonomi syariah bersama BI yang telah dilaksanakan di Jawa Timur dan Lampung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kader mengenai pengembangan usaha berbasis ekonomi syariah.


Dorong Legalitas dan Sertifikasi Halal

Wafa menjelaskan, salah satu aspek yang terus didorong dalam pengembangan UMKM kader adalah pemenuhan legalitas dan standar produk, terutama Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.


Ia mengakui, belum semua UMKM kader memenuhi persyaratan tersebut. Karena itu, pendataan dan pendampingan perlu dilakukan secara beriringan agar semakin banyak pelaku usaha siap mengikuti kegiatan promosi dan menjangkau pasar yang lebih luas.


Fatayat NU mendorong kader mengurus sertifikasi halal melalui jalur yang tersedia di daerah masing-masing. Wafa mencontohkan keberadaan lembaga sertifikasi halal yang dimiliki Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur sebagai salah satu upaya mempermudah kader di wilayah tersebut.


Sementara itu, di tingkat pusat, Fatayat NU terus mendorong kader melengkapi legalitas dan sertifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Menurut Wafa, kesiapan memasuki pasar yang lebih luas tidak cukup hanya dengan mengikuti pameran. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas produk, kemasan, konsistensi produksi, dan standar yang dibutuhkan konsumen.


Pemenuhan berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting agar produk UMKM mampu bersaing dan membangun kepercayaan pasar.


Wafa juga mengajak kader Fatayat NU yang menjalankan usaha lokal untuk terus mengembangkan bisnis di tengah dinamika usaha. Menurutnya, membangun UMKM membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki kualitas produk.


Dukungan organisasi dan jejaring antardaerah diharapkan dapat membantu kader saling belajar serta memperluas kesempatan usaha.


ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Bank Indonesia menyelenggarakan festival tersebut sebagai ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, termasuk industri halal dan modest fashion.


Melalui partisipasi dalam ISEF, PP Fatayat NU berharap produk UMKM kader semakin dikenal dan berpeluang berkembang dari pasar lokal ke tingkat nasional hingga internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, pemenuhan standar produk, dan perluasan akses pemasaran.

Baca Artikel Selengkapnya