Jakarta, CNN Indonesia --
Israel sedang mempertimbangkan kembali untuk menyerang Iran di tengah ekonomi Teheran yang memburuk imbas perang berbulan-bulan.
Tiga sumber Israel menyebut pihak berwenang sudah menyusun rencana operasional eskalasi lebih lanjut dalam perang Amerika Serikat vs Iran dan meminta pasukan dalam siaga tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber tersebut mengatakan AS belum meminta Israel terlibat dalam operasi yang baru meletus pada awal Juli ini.
"Kami akan siap," kata salah satu sumber saat ditanya jika suatu waktu AS meminta mereka untuk membantunya, dikutip CNN, Selasa (21/7).
Salah satu sumber juga mengatakan penilaian Israel berputar pada serangan AS baru-baru ini terhadap jembatan-jembatan di Iran. Menurut mereka, ini memberi pukulan signifikan terhadap jaringan transportasi dan perdagangan negara tersebut.
"Ekonomi Iran sedang runtuh, dan pada akhirnya ini akan semakin melemahkan rezim," kata sumber.
Israel melihat ekonomi Iran sebagai salah satu kerentanan terbesar rezim tersebut, ini tercermin saat protes massal karena inflasi pada Januari lalu.
Terlepas dari itu, salah satu sumber mengatakan Israel merasa puas dengan kelanjutan status quo: tetap berada di pinggir lapangan sementara AS dan Iran terus saling menyerang dan tetap jauh dari kesepakatan nuklir.
Pejabat senior Israel lain mengatakan kemungkinan eskalasi lebih jauh di Hormuz dan menyeret Israel ke dalam pertempuran meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Namun, dia mencatat situasinya masih belum pasti, karena Tel Aviv memantau dengan cermat upaya mediasi regional untuk meredakan krisis.
"Situasinya dinamis," kata pejabat itu. Beberapa pejabat AS bahkan dilaporkan mendorong diplomasi untuk menghindari eskalasi yang lebih luas.
Sumber lain menyebut jika Israel akhirnya bergabung dalam pertempuran, mereka akan berupaya menyerang target-target bernilai tinggi - terutama infrastruktur energi dan situs nuklir.
"Ini adalah target yang bisa menentukan hasil akhir perang, tetapi juga membawa risiko besar bagi negara-negara Teluk dan harga minyak, dan sampai sekarang, Amerika belum ingin mengambil risiko itu," kata dia.
Salah satu sumber juga menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan sudah mengadakan pertemuan keamanan terbatas untuk meninjau perkembangan pada Senin malam.
Pertemuan itu, kata dia, membahas kemungkinan skenario di mana Israel bisa terlibat dalam pertempuran: bergabung atas permintaan Washington; langkah Iran yang memicu pembalasan Israel; atau serangan pendahuluan Israel untuk menggagalkan ancaman Iran.
Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, juga menyampaikan kesiapan militer.
"Kami siap untuk segera kembali berperang dan akan bertindak dengan kekuatan besar terhadap siapa pun yang membahayakan kami," kata dia pada Minggu.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

3 jam yang lalu
9







English (US) ·
Indonesian (ID) ·