Ekonom: Investasi riil dan likuiditas pasar kunci tumbuh berkelanjutan

2 minggu yang lalu 17

Jakarta (ANTARA) - Sinergi antara investasi fisik di sektor riil dan likuiditas di pasar modal merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kata ekonom senior Indonesia yang juga merupakan Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede.

"Ketika sektor riil bertumbuh pesat, maka emiten-emiten di Bursa akan semakin solid yang pada akhirnya memberikan return terbaik bagi investor,” ujar Raden di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.

Menurut dia, potensi penguatan sisi permintaan (demand) pasar modal Indonesia saat ini didukung oleh struktur demografi yang sangat kuat, yaitu generasi-Z yang mencapai 75 juta jiwa dan merupakan kelompok tumbuh di era teknologi digital (digital native).

“Dengan tingkat adopsi teknologi yang tinggi didukung lebih dari 213 juta pengguna internet aktif sekarang, Data KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) menunjukkan lebih dari 54 persen investor pasar modal kita saat ini berusia di bawah 30 tahun,” ujar Raden.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasinya terhadap dua emiten yang baru melangsungkan Initial Public Offering (IPO), yaitu PT Niramas Utama Tbk (JELI) di sektor makanan dan minuman serta PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) di sektor kesehatan.

"Di tengah dinamika ekonomi global tahun 2026 yang penuh ketidakpastian, langkah IPO ini menjadi bukti nyata bahwa sektor riil di Indonesia tetap bisa adaptif dan tangguh, serta punya potensi untuk terus bergerak maju,” ujar Raden.

Di sektor makanan, sampai saat ini Penanaman Modal Asing (PMA) telah mencapai Rp10,48 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp16,34 triliun, katanya menjelaskan.

Seiring dengan itu, ia juga meyakini bahwa PMA dan PMDN di sektor kesehatan juga telah mengalami pertumbuhan signifikan.

“Jadi, kita perlu menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi agar kita bisa keluar dari himpitan persoalan yang dihadapi dunia sekarang ini,” ujar Raden.

Ia memastikan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus melakukan reformasi peningkatan transparansi dan tata kelola, untuk memperkuat integritas pasar, menjaga kepercayaan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia yang semakin dalam, inklusif, dan berdaya saing global.

“Saya mengajak seluruh pelaku pasar modal untuk terus mendorong hilirisasi, memperkuat pendanaan bagi sektor-sektor strategis, dan menjadikan Bursa kita sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Raden.

Dalam kesempatan itu, Raden Pardede mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menghadiri seremoni pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX).

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya