REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Kanada Mark Carney mulai mengubah cara menghadapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Setelah berbulan-bulan lebih banyak menahan diri menghadapi serangan verbal dari Washington, Carney kini semakin terbuka membalas dengan sindiran, humor, dan pernyataan politik yang lebih tegas.
Perubahan itu terlihat dalam pidato Carney di hadapan anggota Partai Liberal di Ottawa, Jumat (18/9/2026). Ketika menjelaskan sebuah proyek energi bersih besar yang disebutnya memiliki kapasitas setara dengan “18 Bendungan Hoover”, Carney merentangkan tangannya dengan gerakan menyerupai gestur khas Trump. Associated Press melaporkan Carney mengulang ungkapan tersebut sambil dua kali memperagakan gerakan tangan yang identik dengan gaya presiden AS.
“Delapan belas Bendungan Hoover,” ujar Carney sambil tersenyum. Aksi itu disambut tawa orang-orang yang menghadiri pertemuan tersebut.
Carney pada kesempatan yang sama juga menyelipkan sindiran mengenai kebijakan ekonomi Trump. Mengacu pada paket pajak dan belanja yang kerap disebut Trump sebagai “big beautiful bill”, Carney mengatakan Kanada tidak memerlukan paket semacam itu, melainkan kebijakan yang lebih terarah.
Momen tersebut terlihat ringan, tetapi berlangsung di tengah perubahan serius dalam hubungan dua negara bertetangga itu. Perundingan perdagangan Kanada-AS gagal pada Agustus dan diikuti saling penerapan tarif yang memperburuk hubungan antara dua mitra dagang yang selama puluhan tahun memiliki rantai pasok sangat terintegrasi.
Washington mengenakan tarif 50 persen terhadap sekitar 20 miliar dolar AS produk Kanada setelah perundingan gagal mencapai kesepakatan. Ottawa membalas dengan tarif terhadap produk AS dengan nilai perdagangan yang kurang lebih sama, yang mulai berlaku pada 8 September.
Perkembangan tersebut membuat sindiran Carney tidak lagi dapat dibaca semata-mata sebagai humor politik. Ia muncul ketika Ottawa semakin berani menunjukkan bahwa Kanada tidak akan menerima seluruh tuntutan Washington demi mendapatkan kesepakatan perdagangan.
Padahal, pada awal masa pemerintahannya, Carney memilih pendekatan yang jauh lebih hati-hati. Dalam pertemuan pertamanya dengan Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada 6 Mei 2025, ia bahkan membalas gagasan Trump menjadikan Kanada negara bagian ke-51 AS dengan senyum dan bahasa diplomatis.
“Seperti yang Anda ketahui dari dunia real estat, ada beberapa tempat yang tidak pernah dijual,” kata Carney ketika itu.
Ia kemudian menegaskan Kanada tidak dijual dan tidak akan pernah dijual. Namun setelah menyampaikan penolakan tersebut, Carney segera mengarahkan pembicaraan pada peluang membangun kembali kemitraan ekonomi dan keamanan dengan Washington.
Pola tersebut bertahan cukup lama. Carney berusaha membedakan pembelaan terhadap kedaulatan Kanada dari serangan personal terhadap Trump, sekalipun presiden AS terus menggunakan retorika keras terhadap negara tetangganya.
Pada Januari 2026, misalnya, Trump mengatakan Kanada seharusnya “berterima kasih” kepada AS dan secara langsung menyebut nama Carney setelah pidato perdana menteri Kanada di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Carney ketika itu tidak menjadikan serangan tersebut sebagai pertikaian personal terbuka.
Ketegangan kembali meningkat pada Agustus. Trump menyebut Kanada dan kepemimpinannya “nasty” atau tidak menyenangkan di tengah negosiasi perdagangan yang semakin sulit. Ketika diminta menanggapi, Carney memilih mengembalikan persoalan tersebut kepada kepentingan pekerja dan perusahaan Kanada.

1 jam yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·