Dubes: Rwanda mau perluas kerja sama bidang hankam dengan Indonesia

4 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana menyoroti kemitraan dengan Indonesia di bidang pertahanan dan keamanan (hankam) yang sudah berjalan baik sembari mengungkapkan harapan agar kerja sama tersebut dapat semakin kuat lagi.

“Salah satu capaian besar lain dalam hubungan antara Rwanda dan Indonesia adalah terjalinnya dialog terkait kerja sama keamanan dan pertahanan,” kata Dubes Rwanda merespons pertanyaan ANTARA terkait capaian kerja sama bilateral saat ditemui di sela-sela perayaan tradisional Rwanda, Umuganura, di Jakarta, Jumat malam.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia dan Rwanda telah menandatangani surat pernyataan niat (letter of intent/LoI) untuk memfasilitasi penjajakan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

“Dengan demikian, kita jadi bisa melanjutkan pembahasan terkait kerja sama tersebut,” tambahnya.

Menurut Dubes Rwanda, salah satu hasil konkret yang telah tercapai dalam kerja sama hankam dengan Indonesia adalah menguatnya kemitraan antara Polri dengan Kepolisian Nasional Rwanda.

Melalui kerja sama tersebut, personel kepolisian Rwanda kini difasilitasi untuk menjalani pendidikan kepolisian di Indonesia, kata dia.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2025, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Kepolisian Nasional Rwanda Inspektur Jenderal Polisi Felix Namuhoranye menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat pemberantasan kejahatan lintas negara terorganisasi.

Selain itu, kerja sama antara kedua agensi kepolisian nasional itu juga mencakup pertukaran informasi dan keahlian, program pelatihan bersama, hingga pengembangan kapasitas sumber daya kepolisian.

Indonesia menilai kemitraan tersebut menunjukkan komitmen kedua negara dalam upaya memperkuat kerja sama kepolisian internasional serta di bidang penegakan hukum.

Sementara itu pada 5 Februari 2026, Dubes Harelimana telah menemui Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta untuk membahas kemitraan bilateral di bidang pertahanan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama pertahanan, termasuk peluang pembentukan forum dialog pertahanan guna mendukung kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang.

Baca juga: Indonesia bahas perdagangan bebas dengan Rwanda, buka akses pasar

Baca juga: Rwanda sebut Indonesia mitra penting kerja sama Selatan-Selatan

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya