Dubes Oemar soroti penguatan kemitraan RI-Prancis lewat Danantara

51 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menyoroti penguatan kemitraan Indonesia dan Prancis di bidang investasi dan ekonomi, termasuk melalui peran Danantara dalam penguatan hubungan tersebut.

"Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini memiliki momentum yang sangat kuat. Tantangan kita selanjutnya adalah menerjemahkan momentum politik tersebut menjadi kemitraan bisnis dan investasi yang sama kuatnya," kata Dubes Oemar, sebagaimana keterangan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris yang diterima Kamis.

Menurutnya, komitmen politik dapat membuka pintu, tetapi investasi, kegiatan usaha, dan proyek-proyek konkret akan membuat kemitraan Indonesia-Prancis semakin kokoh dan berkelanjutan.

KBRI Paris bersama Danantara Indonesia dan asosiasi pengusaha Prancis, MEDEF International, menyelenggarakan Indonesia-France Strategic Investment Forum 2026 di Paris, pada 29 September 2026.

Forum tersebut digelar sebagai upaya menerjemahkan momentum kuat hubungan strategis kedua negara agar menjadi kemitraan investasi dan bisnis yang semakin konkret.

Mengangkat tema "Partnering for Indonesia’s Next Growth Chapter: Danantara and Strategic Investment Opportunities," forum tersebut mempertemukan Danantara dan sejumlah BUMN Indonesia dengan lembaga keuangan serta perusahaan dan investor Prancis untuk membahas proyek-proyek strategis dan peluang kemitraan jangka panjang.

Forum tersebut juga menjadi ruang dialog untuk mendengarkan perspektif dunia usaha terkait berbagai faktor yang diperlukan guna meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong realisasi investasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Dubes Oemar menyatakan hubungan ekonomi kedua negara telah memiliki fondasi yang kuat. Perdagangan barang Indonesia-Prancis mencapai sekitar 2,6 miliar euro (sekitar Rp52,7 triliun) pada tahun lalu, sementara Prancis merupakan investor terbesar kedua dari Uni Eropa di Indonesia.

Hampir 200 perusahaan Prancis telah hadir di Indonesia dan mempekerjakan lebih dari 50.000 orang di berbagai sektor.

Beberapa perusahaan besar Indonesia seperti Pertamina International EP juga telah melakukan investasi di Prancis, melalui perusahaan oil & gas Prancis, Maurel & Prom.

Sementara itu, sebagai upaya meningkatkan kerja sama investasi kedua negara, Danantara Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk mempertegas perannya sebagai institusi investasi strategis yang menjembatani prioritas pembangunan nasional dengan modal, mitra global, dan kapasitas implementasi proyek.

Dalam paparannya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menyampaikan perkembangan Danantara sekaligus berbagai peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama mitra Prancis.

Pandu menegaskan bahwa Danantara menjalankan mandat ganda: menghasilkan imbas hasil komersial yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia.

Melalui skema investasi bersama, Danantara membuka ruang bagi mitra global untuk turut berpartisipasi dalam berbagai inisiatif.

Danantara, kata dia, telah mengidentifikasi sejumlah sektor prioritas yang terbuka bagi kolaborasi dengan mitra Prancis yakni energi bersih dan terbarukan, infrastruktur digital dan pusat data, kedirgantaraan, serta pembiayaan bagi pasar modal Indonesia.

Saat ini, Danantara tengah membangun sejumlah kolaborasi dengan perusahaan Prancis, antara lain pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Semarang bersama Veolia.

Ada juga pengembangan platform investasi industri terintegrasi, serta kerja sama di sektor penerbangan bersama dan berbagai mitra perbankan.

Kemitraan yang telah berjalan itu diharapkan menjadi landasan bagi Danantara untuk memperluas investasi Prancis ke berbagai proyek strategis di Indonesia.

Inisiatif Danantara tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan dunia usaha di Prancis.

Senior Managing Director Ardian sekaligus Executive Committee Member Medef International, François Aissa Touzai, menyampaikan bahwa Prancis ingin menjadi "partner of choice" bagi Indonesia, bukan hanya sebagai investor, tetapi sebagai mitra jangka panjang yang membawa pengalaman, teknologi, model bisnis dan kapasitas perusahaan Prancis.

Berikutnya, kerja sama telekomunikasi dan ekonomi digital juga turut menjadi salah satu isu penting dalam forum tersebut, termasuk peluang pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, cloud, pusat data, kecerdasan buatan (AI), serta layanan digital lainnya.

Dalam sesi Panel yang menghadirkan beberapa pembicara, termasuk CEO Medef International Philippe Gautier, dan Managing Director of Global Relations and Communications Danantara Pahala Mansury, diskusi menyoroti peluang sekaligus faktor yang dibutuhkan untuk mendorong investasi jangka panjang di Indonesia.

Forum tersebut turut menyoroti pentingnya kepastian dan prediktabilitas investasi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya