Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menegaskan Imam Bukhari sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Uzbekistan yang diharap dapat mendorong perluasan kerja sama antara kedua negara ke berbagai sektor.
Sebagaimana pernyataan tertulis KBRI Tashkent diterima di Jakarta, Kamis, Dubes berkata hubungan Indonesia dan Uzbekistan sudah terjalin sejak abad ke-14, yaitu ketika ajaran Imam Bukhari disebar para cendekiawan Muslim dari Samarkand ke nusantara.
Di hadapan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov dalam kesempatan resepsi diplomatik pada Senin (5/10), Dubes Siti berkata ajaran Islam moderat dari Imam Bukhari adalah sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Ia menyebut ajaran Imam Bukhari bahkan memberi inspirasi kepada Presiden Soekarno dan para pendiri bangsa saat merumuskan dasar pendirian Indonesia sebagai negara yang modern dan demokratis.
Siti lantas menyoroti kunjungan Presiden Soekarno ke makam Imam Bukhari ke Uzbekistan pada 1956 sebagai tonggak penting dari ikatan persahabatan antara kedua bangsa.
“Tahun ini menandai 70 tahun sejak Presiden Soekarno berkunjung ke Uzbekistan pada 4—6 September 1956. Peristiwa tersebut diakui sebagai kunjungan seorang kepala negara pertama ke Uzbekistan,” tambahnya.
Sosok Imam Bukhari menjadi bukti akan kuatnya pondasi Indonesia dan Uzbekistan dalam memperkuat kemitraan bilateral, khususnya ekonomi dan hubungan antarmasyarakat, kata Dubes Siti.
Pada periode Januari—Juli 2026, nilai perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai 123 juta dolar AS, meningkat 10 persen secara year-on-year (yoy), kata dia.
Di samping itu, Uzbekistan semakin menjadi pilihan singgah wisata bagi masyarakat Indonesia usai menjalani Umrah di Arab Saudi. Adapun kunjungan wisatawan Indonesia ke Uzbekistan mencapai 7.533 orang pada periode Januari—Agustus 2026, meningkat 65,5 persen yoy.
“Kompleks Makam Imam Bukhari, yang baru dibuka setelah pemugaran bertahun-tahun, menjadi tujuan baru bagi jamaah umrah asal Indonesia,” kata dia.
Demi mengoptimalkan peluang tersebut, Siti menyatakan dukungannya terhadap pembukaan penerbangan langsung antara Taskhent ke Jakarta dan Denpasar.
Dubes Siti meyakini bahwa penguatan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Uzbekistan dapat semakin mendorong perluasan kerja sama bilateral ke sektor-sektor lain demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Baca juga: Kemenhaj dan Uzbekistan dorong pengembangan kerja sama wisata religi
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





English (US) ·
Indonesian (ID) ·