Dua Warga Singapura Diisolasi Terkait Wabah Hantavirus

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua warga Singapura yang pernah berada di kapal pesiar yang terpapar wabah hantavirus, kini diisolasi sambil menunggu hasil tes terkait penyakit pernapasan langka tersebut.

Menurut laporan Badan Penyakit Menular Singapura (CDA), dua pria lanjut usia berumur 65 dan 67 tahun itu berada di kapal tersebut dan juga penerbangan yang sama dengan kasus hantavirus yang terkonfirmasi dari St Helena ke Johannesburg pada 25 April.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya tiba di Singapura pada awal Mei dan telah diisolasi serta dipantau di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) Singapura.

"Dua warga Singapura pernah berada di kapal pesiar MV Hondius, yang telah melaporkan wabah hantavirus Andes," demikian pernyataan CDA.

"Hasil tes mereka masih menunggu. Salah satunya mengalami pilek tetapi kondisinya baik-baik saja, dan yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah," lanjut pernyataan itu, dikutip AFP.

CDA menegaskan jika keduanya dinyatakan negatif hantavirus, mereka akan dikarantina selama 30 hari sejak tanggal paparan terakhir. Sementara itu jika mereka dinyatakan positif, mereka akan tetap dirawat di rumah sakit untuk pemantauan dan perawatan.

Tiga orang penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia, dan penyebabnya diduga terpapar wabah hantavirus. Penyakit langka ini biasanya menyebar dari hewan pengerat yang terinfeksi, biasanya melalui urin, kotoran, dan air liur.

Namun para ahli memastikan bahwa jenis virus yang terdeteksi di atas kapal itu adalah strain langka yang dapat menular antar-manusia.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya