Dua Negara Asia ini Dilirik Amerika Buat Bangun Kapal Perang

2 jam yang lalu 2

Kapal perang berbendera Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angkatan Laut Amerika Serikat mulai mempertimbangkan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya: membangun kapal militernya di luar negeri. Wacana ini muncul di tengah krisis industri galangan kapal AS yang dinilai semakin tertinggal dibanding China dan sejumlah negara Asia.

Dalam rencana pembangunan kapal terbaru, Angkatan Laut AS secara terbuka menyatakan akan “mengevaluasi opsi luar negeri” apabila industri dalam negeri tidak mampu memenuhi target produksi kapal perang dan kapal pendukung militer tepat waktu.

Selama puluhan tahun, Amerika hampir selalu membangun kapal perangnya sendiri di dalam negeri. Namun kini, Washington menghadapi masalah besar: jumlah galangan kapal terus menyusut, biaya produksi melonjak, dan kekurangan tenaga kerja makin parah.

Sejak 1970-an, sekitar 14 galangan kapal utama terkait pertahanan di AS telah ditutup. Dalam periode yang sama, hanya satu galangan baru yang dibuka. Akibatnya, kapasitas produksi kapal militer Amerika dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung ambisi memperbesar armada lautnya di tengah meningkatnya rivalitas dengan China.

Situasi ini menjadi semakin mendesak karena Angkatan Laut AS saat ini memiliki jumlah kapal paling sedikit sejak sebelum Perang Dunia I. Padahal Washington sedang mendorong pembangunan armada baru jangka panjang, termasuk rencana “Armada Emas” yang berisi kapal perang modern dan kapal bertenaga nuklir, sebagaimana diberitakan National Interest.

Jepang dan Korea Selatan Jadi Kandidat Utama

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian Washington mulai mengarah ke Asia. Jepang dan Korea Selatan dianggap memiliki industri galangan kapal paling siap untuk membantu memenuhi kebutuhan Angkatan Laut AS.

Pada masa pemerintahan Joe Biden, Menteri Angkatan Laut saat itu Carlos Del Toro bahkan sempat mengunjungi galangan kapal di Jepang dan Korea Selatan untuk melihat langsung kemampuan kedua negara tersebut.

Secara global, industri pembuatan kapal saat ini memang didominasi Asia. China, Jepang, dan Korea Selatan secara gabungan menguasai lebih dari 90 persen produksi kapal dunia. Sementara China masih menjadi pembuat kapal terbesar dunia selama 14 tahun terakhir, Jepang dan Korea Selatan dikenal memiliki kemampuan memproduksi kapal berkualitas tinggi dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat dan biaya lebih efisien.

Sejumlah analis pertahanan Amerika bahkan menilai Jepang dan Korea Selatan bisa menjadi solusi realistis untuk mengejar ketertinggalan industri kapal AS dari China.

Baca Artikel Selengkapnya