Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
REPUBLIKA.CO.ID, KYIV -- Presiden Volodymyr Zelenskyy geram luar biasa dan mengecam aksi Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (GUR), setelah keduanya baku tembak di Kyiv. Tindakan dua dinas intelijen itu dilaporkan The Guardian, menyebabkan tiga perwira terluka.
SBU adalah dinas keamanan internal Ukraina, seperti MI5 atau FBI. GUR adalah mitra angkatan bersenjatanya dan juga melakukan kegiatan militer dan operasi khusus. Laporan mengatakan baku tembak tersebut bermula dari SBU yang menahan seorang pemimpin unit Rusia anti-Kremlin yang berjuang untuk Ukraina di bawah pengawasan GUR.
Mendapati kekacauan itu, Zelensky langsung memanggil jaksa dan penyelidik, serta memecat seorang perwira senior SBU. "Di sini, di Ukraina, penembakan hanya diperbolehkan terhadap penjajah Rusia untuk membela Ukraina," kata Zelenskyy pada Rabu (2/9/2026).
"Negara kita tidak akan menganggap penembakan lain sebagai sesuatu yang diperbolehkan bagi siapa pun," ujar Zelenskyy menegaskan.
Menyusul laporan media tentang penembakan tersebut, Kantor Kejaksaan Agung Ukraina mengeluarkan pernyataan pada pukul 12.10 siang, dengan mengumumkan penyelidikan kriminal baru. Menurut kantor tersebut, petugas SBU menerima perintah untuk mencegah “aksi teroris” yang tidak ditentukan dari Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

52 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·