Jakarta (ANTARA) - Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat, dana pensiun yang didirikan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, mencatat pertumbuhan dana kelolaan mencapai 12 persen (year on year/yoy) menjadi lebih dari Rp1,9 triliun pada 2025.
Perusahaan mencatat bahwa pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan industri.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa pencapaian ini sejalan dengan misi DPLK Syariah Muamalat menjadi penyedia utama layanan dana pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat dan penggiat literasi keuangan syariah di Tanah Air.
Kinerja positif juga tercermin dari jumlah kepesertaan dengan penambahan lebih dari 13 ribu peserta individu baru, sehingga total peserta individu meningkat menjadi lebih dari 125 ribu.
Baca juga: Transaksi ziswaf Bank Muamalat tumbuh hampir 25 persen
"Alhamdulillah, pertumbuhan jumlah peserta yang signifikan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera melalui investasi pensiun secara syariah di DPLK Syariah Muamalat," kata Aznovri.
Di sisi lain, jumlah kemitraan dengan perusahaan juga ikut melonjak. Setelah menggandeng 825 perusahaan sampai dengan 2024, DPLK Syariah Muamalat kembali menambah kerja sama baru dengan 92 perusahaan hingga akhir 2025, tumbuh 11 persen (yoy).
Menurut perusahaan, penambahan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan giatnya literasi keuangan syariah yang dilakukan.
Sejumlah indikator keuangan lainnya juga menunjukkan peningkatan, salah satunya rasio return on asset (RoA) meningkat menjadi 6,44 persen pada 2025 dari 5,38 persen pada 2024.
Baca juga: Bank Muamalat hadirkan reksa dana yang dukung umrah bagi kaum duafa
Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga semakin baik, menjadi 16,28 persen pada 2025 dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,35 persen.
Dari sisi benefit yang diperoleh peserta, imbal hasil investasi naik menjadi 7,72 persen pada 2025 dari 6,76 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan menyampaikan, pertumbuhan positif imbal hasil investasi yang sepenuhnya dibagikan kepada peserta menunjukkan keberhasilan salah satu strategi yang berfokus pada optimalisasi investasi.
"Patut disyukuri, semua paket investasi DPLK Syariah Muamalat selama 2025 memberikan imbal hasil lebih dari 7 persen, baik paket investasi yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi," ujar Aznovri.
Baca juga: Bank Muamalat genjot bisnis pembiayaan emas lewat mobile banking
Untuk tahun ini, DPLK Syariah Muamalat kembali melanjutkan strategi tiga pilar peningkatan bisnis, yaitu pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi.
Guna merealisasikannya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.
Aznovri menambahkan, peserta kini semakin mudah dalam mengakses informasi saldo, transaksi, dan pembukaan rekening baru lewat aplikasi mobile banking Muamalat DIN.
Digitalisasi ini mampu memperluas jangkauan dan memperkuat layanan bagi peserta secara mandiri, kapan saja dan dimana saja. Selain itu, akses juga dapat dilakukan melalui website DPLK Syariah Muamalat.
Baca juga: Bank Muamalat: Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah bantu korban bencana
Adapun bagi peserta yang ingin melakukan klaim manfaat pensiun, prosesnya dapat dilakukan melalui seluruh kantor cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·