Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden AS Donald Trump mengkritik aksi militer Israel di Lebanon. Ia menyatakan bahwa Israel telah terlalu lama memerangi Hizbullah dan sudah banyak orang terbunuh.
“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah,” kata presiden AS itu, Selasa (16/6/2026).
“Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena jujur saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan lebih baik,” kata Trump menekankan.
Trump melanjutkan, tanpa AS, maka tidak akan ada Israel. Tak ada presiden di negara lain yang mau melakukan seperti yang dijalankannya. “Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan.”
Kendati tak suka dengan langkah Israel, pengusaha Amerika itu mengaku tetap memiliki hubungan baik dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Trump meminta perdana menteri Israel itu agar lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon.

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·