Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Kuwait mencegat rentetan serangan udara Iran pada Minggu (19/7) ketika Teheran dan Amerika Serikat kembali saling serang selama delapan hari terakhir.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang mencegat rudal dan drone Iran setelah terjadinya apa yang mereka sebut sebagai "agresi berdosa Iran."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh menyusul agresi berdosa yang dilakukan Iran," demikian pernyataan militer Kuwait.
Seorang jurnalis AFP melaporkan sirene peringatan terdengar di seluruh Kota Kuwait di tengah berlangsungnya serangan tersebut.
Melalui akun resminya di platform X, militer Kuwait mengatakan bahwa "setiap ledakan yang terdengar merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh."
Peringatan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan drone skala besar yang menargetkan gudang amunisi di Camp Buehring.
Camp Buehring sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi. Selain camp tersebut, gempuran Iran juga menyasar sistem radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait.
Rentetan serangan drone Iran ini terjadi kala Teheran terus melancarkan serangan balasan terhadap AS yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer Negeri Paman Sam di Timur Tengah.
Kuwait terseret perang AS-Iran lantaran masih menampung pangkalan dan fasilitas militer Negeri Paman Sam lainnya.
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google

11 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·