Disaksikan Bocah Lima Tahun, Agen ICE Tembak Seorang Pria di New York City, Mamdani Murka

50 menit yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Seorang agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat(AS) menembak dan melukai seorang pria di New York City pada Kamis (8/10/2026) sore waktu setempat. Penembakan tersebut terjadi saat operasi penegakan hukum terhadap seorang pria.

Pejabat federal mengonfirmasi insiden penembakan ini langsung memicu aksi protes warga lokal dan pejabat daerah setempat. Pihak berwenang menyatakan pria tersebut berada dalam kondisi sadar dan telah dilarikan ke rumah sakit.

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dalam pernyataan resminya pada Kamis malam mengungkapkan, laporan awal menunjukkan para agen sempat mengepung pria tersebut bersama seorang anak berusia lima tahun di dalam mobil di kawasan pemukiman sebelum melepaskan tembakan beberapa kali. Anak tersebut dilaporkan selamat tanpa luka fisik.

"Saya telah menghubungi Presiden Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Mullin via telepon untuk bernegosiasi membebaskan pria yang ditembak agen ICE tersebut. Namun, negosiasi itu tidak berhasil," kata Mamdani dalam konferensi pers. Ia mendesak pemerintahan Trump untuk menghentikan seluruh penindakan ICE di Kota New York.

Menurut Kepolisian New York (NYPD), penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat di lingkungan Marble Hill, Bronx. Departemen Keamanan Dalam Negeri/Department of Homeland Security (DHS) dalam pernyataan di media sosial menyebutkan bahwa petugas ICE sedang menjalankan operasi yang menyasar seorang pria tanpa dokumen asal Republik Dominika. Kendati demikian, pernyataan resmi tersebut tidak menjelaskan memicu terjadinya penembakan.

"Selama insiden berlangsung, seorang petugas ICE melepaskan tembakan dan WNA ilegal yang terlibat kejahatan tersebut mengalami luka-luka," tulis pihak DHS.

Hingga saat ini, cedera yang diderita korban belum diketahui secara pasti. DHS menuding pria tersebut memiliki "keterkaitan" dengan geng kriminal serta rekam jejak vonis pidana sebelumnya. Namun, DHS tidak merilis identitas pria tersebut maupun menyertakan bukti pendukung. Lembaga tersebut sebelumnya kerap menuai kritik lantaran dinilai kerap menuding imigran sebagai anggota geng tanpa dasar usai diterjang timah panas agen mereka.

Juru bicara DHS tidak segera merespons pertanyaan wartawan terkait kronologi pasti penembakan, kondisi luka korban, maupun keberadaan balita berusia lima tahun di dalam mobil saat insiden terjadi.

Komisioner Polisi New York, Jessica Tisch, menyampaikan NYPD telah menemukan anak tersebut dan menyerahkannya kepada pihak keluarga usai pemeriksaan keselamatan (wellness check). Ia mengatakan, pria berusia 28 tahun itu pernah ditangkap dua kali di Kota New York pada 2023 dan 2025.

Rekaman video ponsel yang dipublikasikan The New York Times memperlihatkan situasi sesaat setelah penembakan. Seorang agen berrompi kuning tampak memegang senjata yang diduga senapan serbu sambil menelepon. Video saksi mata lainnya memperlihatkan beberapa agen berada di tengah jalan, di mana salah satu agen bersenjata menahan seorang pria di tanah.

Seorang saksi mata menuturkan kepada media lokal City Reporter bahwa ia melihat seorang pria tergeletak berdarah di depan mobil, sementara seorang agen memeluk anak kecil. Saluran berita NY1 melaporkan adanya bekas lubang tembakan di kaca depan sebuah SUV.

Baca Artikel Selengkapnya