Jakarta, NU Online
Diplomat Senior Indonesia Dino Patti Djalal menitipkan tiga pesan penting utama untuk Menteri Luar Negeri baru, Armanatha Nasir, pada Kamis (1/10/2026).
Pesan pertama yang disampaikan Dino ialah Menlu diharapkan lebih menekankan penguatan ketegasan sikap politik luar negeri Indonesia di tengah gejolak global.
"Pertama, dalam dunia yang sedang sangat semrawut, kami berharap politik luar negeri Indonesia bisa menunjukkan watak bangsa kita yang berani membela prinsip hubungan internasional dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa mana pun betapa pun besarnya mereka," papar mantan Wakil Menlu RI tersebut, dikutip NU Online dari akun Instagramnya, Jumat (2/10/2026).
Kedua, Dino berharap Menlu lebih memperhatikan anggaran untuk diplomat di luar negeri. Ia kemudian menyoroti adanya ketimpangan anggaran operasional diplomasi Indonesia yang dinilai masih memprihatinkan. Menurutnya, ketimpangan tersebut tampak nyata saat membandingkan jamuan protokoler di dalam negeri dengan anggaran perwakilan diplomatik RI di mancanegara.
"Saya melihat adanya ironi yang kontras, di mana tamu negara yang datang di Jakarta diperlakukan dengan kemegahan protokoler yang luar biasa, namun perwakilan diplomat kita di luar negeri tidak ada anggaran bahkan untuk melakukan resepsi diplomatik Hari Kemerdekaan Indonesia. Jadi ada kesenjangan yang besar antara anggaran dan kebutuhan operasional yang perlu segera diperbaiki," ujar Dino.
Adapun poin ketiga, Dino menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pemerintah bersama elemen masyarakat sipil demi menjaga soliditas politik dalam negeri. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan di akar rumput dianggap sebagai fondasi utama keberhasilan diplomasi luar negeri.
"Ketiga, kami berharap Menlu Tata dapat tekun menjaga kerja sama dengan masyarakat sipil, termasuk dengan FPCI. Politik luar negeri di mana pun tidak akan berhasil kalau tidak ada dukungan di dalam negeri," pungkasnya.
Pada Kamis (1/10/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi merombak susunan Kabinet Merah Putih dengan melantik Armanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sementara Sugiono, kini dipercaya mengemban amanat baru sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dino mengatakan bahwa langkah presiden tersebut dinilainya dapat memberikan kepastian atas beban kerja menteri yang sebelumnya cukup kompleks.
"Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat, karena selama ini Menlu Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi antara tugas luar negeri di satu pihak, dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau sebagai petinggi partai yang tentunya menuntut waktu yang besar di dalam negeri," ujar Dino Patti Djalal.
Ia lantas menyampaian apresiasi kepada Sugiono atas dedikasi selama 23 bulan menjabat sebagai Menlu ke-18 RI. Menurut Dino, mantan Menlu tersebut sukses membawa Indonesia merambah berbagai gelanggang strategis dunia di tengah situasi geopolitik yang penuh dinamika.
"Beliau telah menjadi pelopor masuknya Indonesia ke dalam BRICS, terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB, masuknya Indonesia sebagai pendiri Board of Peace walaupun ini mengundang banyak kontroversi di dalam negeri, dan pemulangan WNI dari situasi bermasalah di luar negeri," ungkapnya.
Selain pencapaian tersebut, Dino mengatakan bahwa keterbukaan Sugiono terhadap berbagai kritikan tajam dari publik maupun pengamat internasional turut menuai pujian.
"Yang saya apresiasi, walaupun sering mendapat kritik, termasuk dari saya sendiri, beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah, dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya. Dan inilah esensi dari diplomasi," tuturnya.
Menyambut kepemimpinan baru di Kementerian Luar Negeri, Dino mengucapkan selamat kepada Armanatha Nasir, yang akrab disapa Tata. Dino juga menceritakan rekam jejak panjang Tata sebagai diplomat yang merintis dari posisi bawah. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal berharga bagi kepemimpinan Tata.
"Bagi saya, Menlu Tata adalah diplomat karier yang humble, steady, bertangan dingin, selalu kalem, dan mempunyai track record yang dihormati, baik di kalangan internal Kementerian Luar Negeri dan juga di kalangan negara-negara sahabat," pungkas Dino.

2 jam yang lalu
2




English (US) ·
Indonesian (ID) ·