Jakarta (ANTARA) - Danantara Investment Management (DIM) menyatakan peningkatan peserta mancanegara dan nasional dalam seleksi gelombang kedua program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menunjukkan besarnya potensi program energi yang akan diterapkan di 33 kota di Indonesia itu.
Direktur Investasi DIM yang juga CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman mengatakan kehadiran peserta dari dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa program ini memiliki daya tarik investasi yang kuat jika dijalankan dengan tata kelola yang kredibel.
"Untuk itu, kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra WtE (Waste to Energy) ini dilakukan secara transparan dan kompetitif,” katanya dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu.
Pada gelombang kedua Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk PSEL atau program Waste-to-Energy (WtE) ini, jumlah peserta yang lolos mencapai 85 entitas atau melonjak lebih dari 254 persen dibanding gelombang pertama yang diikuti oleh 24 peserta.
Fadli mengatakan proses proyek PSEL ini masih berada pada tahap awal. Adapun DPT merupakan proses prakualifikasi yang berarti perusahaan-perusahaan tersebut masih akan melewati sejumlah proses sampai mendapatkan proyek. Tahap berikutnya akan mencakup evaluasi teknis, kesiapan pembiayaan, kesesuaian teknologi, hingga kemampuan operasional di lapangan.
Peserta DPT gelombang kedua ini berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Prancis, India, Singapura, China, hingga sejumlah perusahaan lainnya di kawasan. Artinya, kata Fadli isu pengelolaan sampah di Indonesia kini masuk dalam perhatian pelaku industri energi dan lingkungan global.
Meningkatnya jumlah peserta dalam DPT gelombang kedua, ujar Fadli, juga menunjukkan bahwa proyek PSEL Indonesia kini dipandang sebagai pasar yang semakin serius. Daftar 85 entitas yang dinyatakan lulus seleksi DPT PSEL gelombang kedua dapat dilihat melalui situs resmi Danantara Indonesia.
Adapun perusahaan-perusahaan dalam DPT gelombang kedua banyak berasal dari negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan sampah berbasis energi, seperti Jepang dan Korea Selatan yang dikenal mengembangkan teknologi insinerasi modern dengan standar emisi ketat.
Masuknya perusahaan dari Eropa dan China juga menambah keragaman kapabilitas dan pengalaman teknologi, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi perkotaan.
Sedangkan Denera merupakan anak perusahaan DIM. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebelumnya menargetkan Denera bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir 2028.
Danantara menargetkan PSEL akan menaungi 33 proyek di seluruh Indonesia dengan total nilai investasi mendekati 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp85 triliun-Rp90 triliun.
Baca juga: Danantara ingin holding proyek PSEL bisa IPO pada 2028
Baca juga: Danantara bentuk PT Denera, fokus proyek "Waste to Energy"
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·