REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah citranya sebagai pemimpin Rusia yang keras dan penuh perhitungan geopolitik, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memperlihatkan sisi personal yang jarang terlihat di ruang publik.
Dalam beberapa pertemuan dengan orang-orang dari masa lalunya, Putin menunjukkan bahwa di balik sosoknya yang tegas, ia tetap menyimpan loyalitas mendalam kepada guru, mentor, dan orang-orang yang pernah membentuk hidupnya.
Momen terbaru terlihat ketika Putin bertemu mantan gurunya, Vera Gurevich. Pertemuan itu berlangsung hangat dan emosional. Putin datang langsung menjemput gurunya di hotel menggunakan mobil kepresidenan sebelum mengundangnya makan malam di kediamannya di Moskow.
Saat Putin memasuki lobi hotel, Vera Gurevich tampak tak percaya melihat mantan muridnya datang sendiri menghampirinya. Dengan suara pelan dan penuh haru, ia bertanya, “Apakah itu Anda?”
Putin pun tertawa kecil sambil menjawab, “Ya, saya, saya. Selamat liburan,” sebelum memeluk guru lanjut usia tersebut dengan hangat.
Suasana berubah emosional dalam hitungan detik. Vera Gurevich memeluk Putin erat-erat, mencium mantan muridnya itu, dan tidak segera melepaskannya. Putin kemudian menyerahkan buket bunga besar sebagai tanda penghormatan dan rasa terima kasih kepada sosok yang pernah mengajarinya bahasa Jerman semasa muda di Leningrad, yang kini bernama St. Petersburg.
Sebelumnya, Putin juga mengundang Vera Gurevich menghadiri parade Hari Kemenangan 9 Mei di Moskow. Pemerintah Rusia bahkan menyiapkan program budaya khusus selama kunjungan sang guru di ibu kota.
Bagi banyak orang Rusia, momen itu terasa berbeda dari gambaran Putin yang selama ini identik dengan militer, konflik geopolitik, dan ketegasan negara. Pertemuan tersebut memperlihatkan sisi manusiawi seorang pemimpin yang tetap menghormati orang-orang yang pernah berjasa dalam hidupnya.
Bukan hanya kepada guru sekolahnya, Putin juga diketahui tetap menjaga hubungan dengan tokoh-tokoh dari masa lalunya di dunia intelijen Soviet. Salah satu pertemuan yang paling dikenal terjadi pada 2017 ketika Putin mengunjungi mantan komandannya di badan intelijen Soviet KGB, Lazar Matveev.

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·