Dicecar Fox News soal Ikhwan, Politisi Muslim AS Abdul El-Sayed Balik Kritik Perang Iran

3 minggu yang lalu 16

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat di Michigan, Abdul El-Sayed, terlibat perdebatan sengit dengan pembawa acara Fox News Martha MacCallum. Isu terorisme, Ikhwanul Muslimin, perang Amerika Serikat melawan Iran hingga pengaruh uang korporasi dalam politik menjadi pusat perdebatan keduanya.

El-Sayed hadir dalam program The Story with Martha MacCallum, Senin (5/10/2026), ketika persaingan memperebutkan kursi Senat Michigan memasuki fase akhir. Fox News menayangkan wawancara tersebut dalam dua bagian yang membahas kebijakan luar negeri dan sejumlah isu domestik Amerika.

Perdebatan memanas ketika MacCallum bertanya apakah El-Sayed bersedia mendukung penetapan sejumlah cabang Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. El-Sayed menjawab dirinya akan mendukung penetapan terhadap organisasi mana pun yang terbukti melakukan atau menyerukan kekerasan politik.

“Setiap organisasi yang terlibat dalam kekerasan politik atau menyerukan kekerasan politik berarti terlibat dalam terorisme, dan saya akan mendukung penetapan tersebut,” kata El-Sayed dalam wawancara itu.

Namun, sebelum memberikan jawaban tersebut, El-Sayed meminta agar dasar keterlibatan masing-masing organisasi dalam kekerasan terlebih dahulu diperlihatkan. Ia menolak memberikan persetujuan semata berdasarkan nama kelompok tanpa melihat tindakan yang menjadi dasar penetapan.

AS Tetapkan Tiga Cabang Ikhwanul Muslimin

Pertanyaan MacCallum merujuk pada kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap sejumlah cabang Ikhwanul Muslimin. Pada 13 Januari 2026, Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS mengambil tindakan terhadap organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Yordania dan Lebanon.

Cabang Mesir dan Yordania ditetapkan sebagai Specially Designated Global Terrorists (SDGT) berdasarkan kewenangan kontraterorisme AS. Washington menuduh kedua organisasi memberikan dukungan material kepada Hamas.

Sementara itu, cabang Lebanon yang dikenal sebagai al-Jamaa al-Islamiyah ditetapkan Departemen Luar Negeri AS sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO) sekaligus SDGT. Sekretaris jenderal organisasi tersebut, Muhammad Fawzi Taqqosh, juga dimasukkan dalam daftar SDGT.

Penting dicatat, kebijakan tersebut menyasar cabang-cabang tertentu Ikhwanul Muslimin, bukan berarti seluruh organisasi dan jaringan yang menggunakan nama Ikhwanul Muslimin di dunia memiliki status hukum yang sama di Amerika Serikat.

Dalam wawancara Fox News, MacCallum kemudian menyampaikan sejumlah tuduhan mengenai dukungan terhadap kekerasan oleh organisasi yang telah ditetapkan tersebut. El-Sayed menjawab bahwa apabila suatu kelompok memang terlibat atau menyerukan kekerasan politik, ia mendukung penetapan terorisme terhadap kelompok itu.

Perang Iran Picu Perdebatan

Perdebatan kemudian melebar ke perang Amerika Serikat dengan Iran. El-Sayed menegaskan terorisme dalam bentuk apa pun merupakan tindakan yang salah, tetapi menurutnya pemerintah Amerika juga harus mempertanyakan apakah kebijakan militernya benar-benar membuat masyarakat menjadi lebih aman.

“Terorisme adalah salah, siapa pun yang melakukannya dan kepada siapa pun itu dilakukan. Kita harus memberantasnya,” kata El-Sayed.

Namun, ia kemudian mempertanyakan perang yang sedang dijalankan Amerika terhadap Iran. Menurut El-Sayed, masyarakat perlu menanyakan tujuan perang, siapa yang memperoleh manfaat, serta berapa besar biaya yang harus ditanggung Amerika.

Baca Artikel Selengkapnya