Diberi Filipina Grasi, Terpidana Mati di RI Mary Jane Bakal Bebas

43 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memberikan pengampunan hukuman atau grasi kepada Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba di Indonesia yang dipulangkan ke negara tersebut.

Marcos mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya telah menandatangani dokumen pengampunan atau grasi untuk Mary Jane.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya beri Anda kabar eksklusif: Saya telah menandatangani pengampunannya kemarin," kata Marcos kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke kota Batac pada Jumat (25/9) waktu setempat seperti dikutip AFP.

Mary Jane diperkirakan akan bebas dari penjara menyusul pengampunan dari presiden Marcos ini, karena tidak ada kasus hukum lain yang menjerat dirinya.

Meski begitu, Marcos belum menjelaskan kapan grasi ini akan berlaku.

Mary Jane ditangkap hingga divonis hukuman mati oleh pengadilan Indonesia pada 2010 lalu, setelah kedapatan membawa koper berisi 2,6 kilogram heroin di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Ia datang ke Indonesia untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Pada 2015, Indonesia menunda eksekusi mati Mary Jane setelah otoritas Filipina menangkap orang yang diduga sebagai perekrutnya.

Ibu dua anak itu mendekam di penjara Indonesia sebagai terpidana mati selama hampir 15 tahun, sebelum akhirnya dipulangkan oleh pemerintah Indonesia pada Desember 2024 lalu dalam kesepakatan dengan pemerintah Filipina.

Meski begitu, Mary Jane tetap menjalani hukuman penjara setelah dipulangkan ke Filipina.

Baik Mary Jane maupun para pendukungnya menyatakan dia telah ditipu oleh sindikat narkoba internasional.

Sementara itu, kabar pemberian grasi ini juga telah disampaikan pengacara Mary Jane kepada keluarganya.

Ibunda Mary Jane, Celia Veloso, mengatakan kepada AFP via telepon bahwa anak-anak Mary Jane "sangat senang". Mary Jane diketahui memiliki dua anak laki-laki.

"'Akhirnya kami bisa berkumpul kembali dengan Mama', begitu kata mereka kepada saya," ucap Celia kepada AFP.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya