Di KTT SEACEN, BI tekankan tiga prioritas bank sentral di era AI

12 jam yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali pada momentum pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) menekankan tiga prioritas bank sentral di era kecerdasan artifisial (AI).

Pertama, membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel. Kedua, memanfaatkan AI untuk ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan berdaya tahan. Ketiga, memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN, antara lain dengan dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.

“AI menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama oleh berbagai negara," kata Ricky sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Perkembangan AI, menuntut bank sentral memperkuat pendekatan bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan kawasan.

Kerja sama regional menjadi semakin strategis untuk membangun tata kelola AI yang terpercaya, memperkuat kapasitas pengawasan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi bagi sistem pembayaran dan inklusi keuangan.

"AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan," imbuh Ricky.

Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran dan pengalaman bersama dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral," kata Ricky.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park menyoroti pentingnya interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara dalam mendukung integrasi ekonomi kawasan.

Menurutnya, keterhubungan antarsistem perlu ditopang standar dan pengaturan yang kompatibel, serta kerangka pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi yang jelas.

Penguatan fondasi tersebut akan mendukung perluasan konektivitas pembayaran untuk perdagangan dan investasi regional.

Di sisi lain, Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi peran bank sentral di tengah perkembangan AI.

Menurutnya, bank sentral perlu memahami perubahan yang ditimbulkan AI terhadap perekonomian dan teknologi, serta mengantisipasi risiko sistemik dari ketergantungan pada penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan menjadi fondasi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Sebagai informasi, Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali ini mempertemukan berbagai perspektif mengenai perkembangan AI dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral.

Konferensi mengangkat tema "Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia".

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee (EXCO) Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin oleh Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali.

Adapun pertemuan ini membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi bank sentral di kawasan.

Baca juga: Kesiapan Rupiah memasuki era digital currency

Baca juga: BI: Layanan bank sentral andal dukung aktivitas ekonomi lintas negara

Baca juga: BI dan Bank Sentral Timor-Leste perkuat kerja sama sistem pembayaran

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya