WASHINGTON -- Hitung cepat pemilu sela Amerika Serikat sementara ini menunjukkan keunggulan Partai Demokrat, lawan dari Republik, partai pendukung Presiden AS Donald Trump. Trump langsung meracau terkait hasil pemilu yang bakal menentukan kebijakan paruh kedua masa jabatannya itu.
Merujuk hitungan the Associated Press, sebanyak 43 senator Demokrat terpilih dibandingkan 31 dari Republik. Total kursi senator yang diperebutkan adalah 50 kursi. Senat adalah kekuasaan legislatif tertinggi di Amerika Serikat. Jika perimbangan itu bertahan, bisa dipastikan kebijakan Trump termasuk serangan Iran dihambat.
Sementara di House of Representatives alias DPR-nya AS, 32 legislator Demokrat terpilih dibandingkan 13 dari Republik. Namun hasil akhir masih jauh dari final karena ada 218 kursi diperebutkan.
Dalam sistem politik Amerika Serikat, pemilu legislatif dijalankan dua tahun setelah pemilu presiden. Hasil pemilu sela biasanya mencerminkan pandangan pemilih atas dua tahun masa jabatan presiden.
Artinya, jika hasil sementara ini bertahan, ia menunjukkan penolakan warga AS terhadap kebijakan Trump. Di antara kebijakan-kebijakan yang diprotes adalah keputusan menyerang Iran secara sepihak yang membuat harga-harga kebutuhan pokok meroket.
Selain pemilu legislatif, pemilu sela AS juga untuk memilih gubernur negara bagian. Demokrat lagi-lagi sementara unggul dengan 10 gubernur berbanding delapan gubernur Partai Republik.
Presiden Trump telah menyampaikan pernyataan kepada berbagai media berita, seiring dengan mulai ditutupnya tempat pemungutan suara dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.
Kepada CBS News, Trump menyatakan bahwa ia memiliki “kekuasaan tertinggi” saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan Partai Demokrat memenangkan kendali atas Kongres.
“Saya memiliki kekuasaan tertinggi—yaitu hak veto,” ujar Trump.
Ia juga mengatakan kepada Financial Times bahwa ia memprediksi Partai Republik akan meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu tersebut.
Pada malam pemilihan, Trump terus terpaku pada Fox News sembari meluapkan kekesalannya terhadap pemberitaan yang ditayangkan saluran tersebut. Patut diketahui, media itu cenderung sayap kanan dan merupakan corong utama basis pendukung Trump di AS.
Melalui serangkaian unggahan di Truth Social, Trump menyerang komentator Fox, Jessica Tarlov; ia mengeluhkan suara sang komentator dan menyatakan akan mengganti saluran sampai Tarlov tidak lagi muncul di layar.
Trump dijadwalkan untuk memantau hasil pemilihan dari East Room di Gedung Putih, mulai pukul 19.00 waktu Washington. Kemarahannya dengan cepat meluas hingga menyasar jaringan berita itu sendiri.
Trump menyebut pertanyaan-pertanyaan dalam jajak pendapat Fox News sebagai sebuah "serangan yang disengaja" dan menepis hasil jawabannya dengan umpatan kasar, "OMONG KOSONG!".
Ia kemudian menulis unggahan panjang yang mengeklaim bahwa peringkat Fox News sedang anjlok karena terlalu banyak memberikan ruang siar bagi pihak Demokrat. Ia juga mempertanyakan donasi yang diberikan oleh perusahaan induk Fox kepada Partai Demokrat, seraya bersikeras bahwa popularitas dirinya saat ini lebih kuat daripada sebelumnya.

2 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·