Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintahan Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron berjanji akan menambah guru pengganti menyusul demo pelajar berhari-hari yang menuntut perbaikan pendidikan.
Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray bersumpah bakal menyediakan 3.000 guru pengganti di sekolah menengah atas yang terpinggirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Geffray juga mengatakan guru akan dikerahkan dalam beberapa hari mendatang untuk mengganti staf yang absen di 114 sekolah menengah dari 3.700 sekolah.
Prancis bergejolak di tengah aksi demonstrasi yang dilakukan pelajar di banyak wilayah. Mereka menuntut perbaikan sistem pendidikan hingga fasilitas di sekolah yang dinilai tak cukup memadai.
Para pelajar mengatakan sistem pendidikan di Prancis diselimuti ketidaksetaraan, banyak bangunan rusak, ukuran kelas terlalu besar atau sesak, meja dan kursi kurang, hingga tak punya cukup guru pengganti.
Mereka juga memprotes banyak guru yang absen karena beban kerja yang ekstrem hingga gaji rendah.
Beberapa sekolah menengah di Prancis juga bobrok terutama di daerah pinggiran. Video yang direkam pelajar dan pengajar menunjukkan atap sekolah bocor, tikus berkeliaran, lubang tampak di dinding dan langit-langit, toilet rusak, hingga kurang meja dan kursi.
"Seharusnya tidak ada orang yang lebih berpendidikan daripada yang lain ketika kita semua berada dalam sistem pendidikan publik," kata Jeanne, pelajar 15 tahun, dikutip AFP.
Kementerian Dalam Negeri melaporkan 71.500 orang berpartisipasi dalam demonstrasi itu. Polisi sejauh ini mencatat lebih dari 500 orang.
(isa/dna)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·