Demo Albania Meluas, PM Edi Rama Bersikukuh Ogah Mundur

52 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Albania Edi Rama menolak mundur dari jabatan menyusul tuntutan para demonstran yang telah berunjuk rasa dalam beberapa waktu terakhir mendesak dirinya mengundurkan diri.

Dalam sebuah siaran video yang berlangsung lebih dari satu jam, Rama menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri. Ia menyebut aksi demonstrasi tersebut sebagai "ulah pihak luar".

Aksi demonstrasi yang berlangsung ricuh telah mengguncang Tirana sejak Selasa pekan lalu. Para demonstran menuntut perbaikan kondisi universitas yang buruk, penurunan biaya kuliah yang tinggi, serta pemberantasan korupsi di Albania.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut layanan pers federal Austria, kunjungan resmi Rama ke Wina untuk bertemu Kanselir Federal Christian Stocker yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10) juga telah dibatalkan oleh pihak Albania.

Ratusan demonstran kembali berkumpul pada Minggu (18/10) di depan Kementerian Pendidikan sambil meneriakkan, "Rama, mundur!"

Ketegangan sempat meningkat ketika para demonstran berhadapan langsung dengan aparat kepolisian yang berjaga.

Setelah polisi berupaya membubarkan massa, para demonstran menyebar ke berbagai titik di pusat kota. Situasi kemudian memburuk dan berujung pada bentrokan sengit yang berlangsung selama berjam-jam.

Dikutip AFP, sejumlah kelompok demonstran terlihat ada yang membakar tempat sampah di jalanan, memecahkan kaca jendela-termasuk di kantor pusat Partai Sosialis yang berkuasa, serta membakar sebuah kantor polisi dan pintu masuk Kementerian Dalam Negeri.

Bentrokan yang berlangsung kacau meluas hingga ke jalan raya utama dan alun-alun kota. Menurut laporan jurnalis AFP di lokasi, para demonstran melemparkan batu, bom molotov, dan menyalakan alat piroteknik, sementara polisi membalas dengan peluru karet dan gas air mata.

Sejumlah ambulans terlihat hilir mudik di lokasi bentrokan untuk mengevakuasi korban luka.

Kementerian Kesehatan mengatakan kepada AFP bahwa 16 petugas polisi mengalami luka-luka selama mengamankan demonstrasi. Sebanyak 14 di antaranya terluka ketika para demonstran menyerang kantor polisi.

Pejabat Departemen Keamanan Publik Kepolisian, Albert Nushi, mengatakan pada Minggu malam bahwa sebuah kantor polisi di Tirana diserang menggunakan bom molotov dan alat piroteknik yang membahayakan petugas maupun orang-orang yang ditahan di dalamnya.

"Menyerang kantor polisi bukanlah bentuk protes. Kekerasan terhadap petugas polisi, serangan terhadap institusi, dan tindakan yang membahayakan nyawa manusia tidak dapat ditoleransi," ujarnya.

Ia mendesak para demonstran untuk menjauhi individu-individu bertopeng yang berada di balik aksi kekerasan dan "berkumpul secara damai".

Menurut Kementerian Kesehatan, sebanyak 28 orang terluka selama aksi demonstrasi pada Minggu. Puluhan yang terluka itu terdiri atas 19 petugas polisi, empat demonstran, empat orang yang kebetulan berada di lokasi, dan seorang jurnalis.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya