Dari Kasus Penculikan, Terbongkar 2.000 Dokumen Intelijen Jerman

54 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah penyelidikan penculikan anak yang awalnya tidak berkaitan dengan keamanan negara justru membuka jalan menuju salah satu perkara intelijen paling sensitif di Jerman. Dari penggeledahan terhadap mantan Kepala Badan Intelijen Luar Negeri Jerman atau Bundesnachrichtendienst (BND), August Hanning, penyidik menemukan jejak sekitar 2.000 dokumen internal lembaga tersebut yang diduga diperolehnya bertahun-tahun setelah meninggalkan jabatan.

Temuan itu menjadi pintu masuk penyelidikan federal yang berujung pada penangkapan Hanning dan mantan pejabat tinggi BND, Manfred D., pada Selasa (6/10/2026). Kejaksaan Federal Jerman menyatakan Hanning kini menjadi tersangka dugaan spionase yang membahayakan negara, memperoleh rahasia negara, percobaan pengkhianatan, dan aktivitas sebagai agen intelijen.

Namun, rangkaian kasus tersebut tidak bermula dari operasi kontraintelijen. Titik awalnya justru berada dalam perkara sengketa keluarga pengusaha Hamburg Christina Block yang berkembang menjadi penyelidikan penculikan dua anaknya.

Penggeledahan Kasus Block Menjadi Titik Balik

Pada September 2025, penyidik Hamburg menggeledah rumah dan ruang usaha Hanning untuk mencari barang bukti dalam penyelidikan yang berkaitan dengan perkara Block. Hanning saat itu diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam upaya sebelumnya untuk membawa anak-anak Block dari Denmark, tuduhan yang dibantah mantan kepala BND tersebut.

Christina Block sendiri menghadapi proses hukum terkait dugaan penculikan dua anak termudanya dari kediaman mantan suaminya di Denmark pada pergantian tahun 2023-2024 setelah sengketa hak asuh berkepanjangan. Block membantah tuduhan tersebut, sementara perkara itu masih diproses di pengadilan Jerman.

Associated Press melaporkan penyidik juga menduga Hanning bersama seorang mantan pejabat kepolisian kriminal Hamburg sebelumnya menerima pekerjaan terkait upaya membawa anak-anak tersebut pada 2022 ketika terlibat dalam sebuah perusahaan keamanan. Dugaan tersebut tetap merupakan bagian dari proses hukum dan belum merupakan putusan bersalah.

Saat mengurai barang-barang yang disita dalam penggeledahan itulah penyidik menemukan sesuatu yang jauh melampaui perkara keluarga Block. Menurut investigasi WDR, NDR, dan Süddeutsche Zeitung yang dimuat Tagesschau, aparat menemukan media penyimpanan elektronik berisi dokumen BND dari periode yang jauh lebih baru daripada masa kepemimpinan Hanning.

Hanning meninggalkan kursi kepala BND pada November 2005. Karena itu, keberadaan dokumen intelijen yang dibuat bertahun-tahun setelah ia tak lagi memimpin lembaga tersebut segera memunculkan pertanyaan mengenai dari mana bahan itu diperoleh.

Sekitar 2.000 Dokumen

Penyelidikan kemudian mengarah kepada Manfred D., mantan kepala staf Hanning ketika ia memimpin BND. Setelah bekerja bersama Hanning di Kementerian Dalam Negeri, Manfred D. kembali ke BND dan sejak 2012 hingga Maret 2026 menjadi kepala staf bagi beberapa kepala BND berikutnya.

Posisi tersebut memberinya akses terhadap sejumlah besar informasi sensitif. Kejaksaan menduga Hanning dan Manfred D. telah membuat kesepakatan sejak 2010 agar informasi BND terus diberikan kepada Hanning dengan imbalan pembayaran.

Menurut temuan sementara kejaksaan, Manfred D. diduga menyerahkan sekitar 2.000 dokumen kepada Hanning selama bertahun-tahun. Banyak dokumen tersebut memuat informasi berklasifikasi yang hanya diperuntukkan bagi penggunaan internal BND, termasuk bahan yang digunakan dalam briefing intelijen tingkat eksekutif.

Informasi rahasia diduga terus mengalir sedikitnya sampai Juni 2022. Artinya, jika tuduhan tersebut terbukti, Hanning masih memperoleh materi sensitif sekitar 17 tahun setelah tidak lagi memimpin BND.

Penting dicatat, sekitar 2.000 berkas itu tidak semuanya secara otomatis dapat disebut “rahasia negara” dalam pengertian hukum yang sama. Kejaksaan menyebut banyak di antaranya berisi materi berklasifikasi dan informasi yang diperuntukkan bagi penggunaan internal badan intelijen.

Baca Artikel Selengkapnya