Danantara nilai elektrifikasi transportasi jalan mudah kurangi emisi

8 jam yang lalu 4
Bagi negara-negara seperti Indonesia yang masih berkembang, kita perlu memberi perhatian kepada sektor yang 'easy to abate', yang lebih mudah dielektrifikasi

Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Danantara Development Management Fund Rachmat Kaimuddin menyampaikan elektrifikasi transportasi merupakan salah satu cara paling mudah untuk mengurangi emisi karbon.

“Bagi negara-negara seperti Indonesia yang masih berkembang, kita perlu memberi perhatian kepada sektor yang 'easy to abate', yang lebih mudah dielektrifikasi,” ujar Rachmat dalam acara Indonesia International Sustainability Forum yang digelar di Jakarta, Selasa.

Menurut Rachmat, elektrifikasi transportasi di Indonesia sudah memiliki teknologi yang matang dan menguntungkan secara ekonomis.

Terlebih, Indonesia sedang membangun seluruh rantai pasok kendaraan listrik, yang ditandai dengan hilirisasi nikel hingga menjadi baterai untuk kendaraan listrik.

“Mari kita maksimalkan di sana, dan tentu saja itu akan menciptakan seluruh rantai pasok dan ekosistemnya,” ucap Rachmat.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti rumah tangga sebagai salah satu sektor yang mudah untuk dilakukan elektrifikasi. Rachmat menilai elektrifikasi di sektor rumah tangga dapat dimulai dengan mengganti alat masak, dari yang semula menggunakan kompor gas menjadi kompor listrik.

Baca juga: Rosan targetkan "groundbreaking" PSEL di 12 kota hingga akhir 2026

Baca juga: Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor KRL bekas dari Jepang

“Rumah tangga itu sebagian besar (emisinya) dari memasak. Kalau kita bisa mengurangi emisi dari kegiatan memasak, akan sangat mudah bila dilakukan elektrifikasi,” ucap Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk melakukan elektrifikasi dari hal-hal yang bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari, sebelum berfokus dalam mengurangi emisi karbon dari sektor industri.

“Sektor industri memang sulit untuk dikurangi, tetapi untuk negara seperti Indonesia yang masih berkembang dan GDP-nya masih menengah, lebih mudah untuk fokus pada elektrifikasi di sektor yang mudah mengurangi emisi,” kata Rachmat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) atau hybrid oleh multifinance atau perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 tumbuh 34,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp26,20 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pembiayaan kendaraan listrik ini terus tumbuh dan menjadi salah satu area ekspansi bagi multifinance.

Baca juga: WIKA: Pengalihan pengelolaan Whoosh bisa perbaiki kinerja keuangan

Baca juga: Danantara pastikan proyek LRT City akan dilanjutkan

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya