CORE: Pengalaman lintas kepemimpinan jadi modal fiskal Menkeu Suahasil

31 menit yang lalu 5

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pengalaman Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan menjadi modal penting dalam mengelola kebijakan fiskal setelah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

Faisal mengatakan rekam jejak pengalaman dan latar belakang pendidikan Suahasil sesuai dengan tugas tersebut, terlebih ia telah terlibat dalam pengelolaan kebijakan fiskal pada beberapa periode kepemimpinan Kementerian Keuangan.

“Dari sisi track record pengalaman dan latar belakang pendidikan, semestinya cocok ya kalau melihat dari track record tersebut,” kata Faisal kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pengalaman Suahasil bekerja bersama Sri Mulyani Indrawati maupun Purbaya Yudhi Sadewa memberi kesempatan untuk mempelajari kelebihan dan kekurangan kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Faisal berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Suahasil untuk mengambil pelajaran dari kebijakan terdahulu dan merumuskan arah fiskal yang paling sesuai dengan kebutuhan perekonomian Indonesia.

“Harapannya, Pak Suahasil bisa belajar dari kelemahan dan kelebihan di kepemimpinan sebelum-sebelumnya, bukan hanya Pak Purbaya tetapi juga Ibu Sri Mulyani,” ujarnya.

Menurut Faisal, pengalaman itu semakin penting karena kebijakan fiskal ke depan perlu tetap memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan keuangan negara.

“Harus ada keseimbangan antara upaya fiskal yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, tapi pada saat yang sama menjaga kesehatan dari sisi fiskal,” tuturnya.

Ia juga menilai kualitas kebijakan fiskal perlu semakin diarahkan untuk memperkuat daya beli serta memperluas pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi.

“Jadi bukan hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga distribusi ekonomi yang lebih adil,” ucap dia.

Menurut Faisal, pemerataan tersebut mencakup kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan rendah, kelas menengah yang mengalami tekanan daya beli, serta keseimbangan ekonomi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menambahkan kebijakan fiskal juga perlu memperhatikan kemampuan daerah menopang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tengah dinamika transfer fiskal dari pemerintah pusat.

Presiden Prabowo Subianto pada Senin melantik Suahasil sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelum itu pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada 2016.

Kementerian Keuangan mencatat hingga semester I 2026 pendapatan negara terealisasi Rp1.459,4 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp1.656 triliun. Realisasi pembiayaan pada periode yang sama tercatat Rp452 triliun.

Sementara itu, pemerintah dan Badan Anggaran DPR pada 7 September 2026 menyepakati postur sementara RAPBN 2027 dengan target belanja negara Rp4.106,3 triliun, naik Rp9,1 triliun dari rancangan awal Rp4.097,2 triliun. Defisit tetap diarahkan sebesar Rp671,2 triliun atau 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Suahasil ceritakan dirinya ditelepon untuk dilantik Senin pagi

Baca juga: Suahasil pastikan defisit APBN terjaga di bawah 3 persen

Baca juga: Ekonom: Menkeu Suahasil perlu prioritaskan belanja produktif

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya