Cinema XXI bukukan laba bersih Rp416,3 miliar hingga kuartal III 2026

47 menit yang lalu 2
Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang

Jakarta (ANTARA) - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. atau Cinema XXI (kode saham: CNMA) membukukan laba bersih sebesar Rp416,3 miliar hingga kuartal III 2026, dengan pendapatan mencapai Rp4,2 triliun.

Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,2 triliun dan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp931,4 miliar selama sembilan bulan pertama 2026.

"Kinerja ini ditopang oleh bisnis penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman (Food & Beverages/F&B), serta pengembangan sumber pendapatan lain melalui bisnis periklanan dan platform digital," kata Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penjualan tiket bioskop menyumbang pendapatan sebesar Rp2,5 triliun atau sekitar 59,1 persen dari total pendapatan perseroan.

Sementara itu, bisnis F&B membukukan pendapatan Rp1,4 triliun atau sekitar 34,7 persen dari total pendapatan.

Suryo mengatakan, di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang turut memengaruhi daya beli masyarakat, perseroan berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket.

"Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas," ujar Suryo.

Secara khusus, pada kuartal III 2026 saja, pendapatan Cinema XXI tumbuh 7,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan Rp1,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan F&B sebesar 13,9 persen (yoy). Peningkatan ini sejalan dengan naiknya rata-rata belanja F&B per penonton sebesar 15,8 persen (yoy).

Sementara itu, pendapatan dari penjualan tiket relatif stabil. Harga tiket rata-rata (average ticket price/ATP) meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yakni The Premiere dan IMAX.

EBITDA perseroan juga tumbuh 14 persen (yoy) pada kuartal III 2026 (Juli-September). Marjin EBITDA meningkat menjadi 32,1 persen dari 30,3 persen pada kuartal III 2025.

Selain memperkuat bisnis utama, Cinema XXI terus mengembangkan sumber pendapatan lain, termasuk periklanan dan platform digital.

Pada kuartal III 2026, pendapatan dari segmen lainnya tumbuh 59,1 persen yoy. Kontribusinya terhadap total pendapatan perseroan meningkat menjadi 6,5 persen dari 4,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

"Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang. Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis Perseroan," ujar Suryo.

Perseroan juga melanjutkan pengembangan bisnis dan ekspansi secara selektif ke wilayah yang dinilai potensial.

Sepanjang 2026, Cinema XXI telah membuka empat lokasi baru dengan tambahan 14 layar, yakni Ciplaz Cipanas XXI, 23 Semarang XXI, Grand Mall Maros XXI, dan Sorong Modern City XXI.

Hingga 29 Oktober 2026, jaringan bioskop perseroan mencapai 271 lokasi dengan total 1.402 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.

Baca juga: BRI beri promo beli satu dapat dua tiket The Premiere Cinema XXI untuk akhir pekan

Baca juga: Cinema XXI catat pendapatan Rp1,1 triliun di kuartal I 2026

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya