China Tegaskan Tolak Embargo AS untuk Maskapai Penerbangan Iran: Sanksi Ilegal!

38 menit yang lalu 1

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China menentang sanksi sepihak ilegal setelah Amerika Serikat (AS) bersiap memberlakukan sanksi sekunder terhadap jaringan penerbangan komersial Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing konsisten menolak sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

"China secara konsisten menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak mendapat kewenangan dari Dewan Keamanan PBB," kata Guo.

Pernyataan itu disampaikan Guo menanggapi langkah terbaru AS terhadap Iran. Beijing sebelumnya juga berulang kali menentang sanksi AS terhadap Iran serta praktik yang disebutnya sebagai yurisdiksi ekstrateritorial Washington.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (21/9/2026) mengatakan, operasi maskapai komersial Iran di seluruh dunia akan secara efektif dihentikan mulai Rabu melalui kampanye sanksi tersebut.

"Pada 23 September, seluruh maskapai Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia," kata Bessent kepada CNBC, Senin.

Bessent memperingatkan bandara dan perusahaan asing yang menyediakan bahan bakar, layanan pendaratan, atau penjualan tiket bagi pesawat Iran dapat kehilangan akses ke sistem perbankan AS dan kliring dolar AS.

Menurut Bessent, Washington juga telah membahas penegakan sanksi tersebut dengan China. Ia mengatakan otoritas keuangan China, termasuk Gubernur Bank Rakyat China Pan Gongsheng, "sangat terlibat dalam proses tersebut."

Bessent mengatakan Washington telah mengidentifikasi perantara keuangan yang membantu Iran menghindari pembatasan dan akan menargetkan mereka dalam kampanye tekanannya terhadap Teheran.

Langkah tersebut merupakan bagian dari Operasi Economic Fury yang dilancarkan Washington ketika perang Iran, yang dimulai setelah serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari, memasuki bulan ketujuh.

sumber : Antara, Anadolu

Baca Artikel Selengkapnya