Cerita Bengis Israel Tembak Mati Sopir dan Pengawal Truk Bantuan Gaza

3 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Berjam-jam lamanya Sami Abu Moussa tak bisa menghubungi kakak kandungnya, Bilal, yang bertugas mengamankan jalur masuk truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Di tengah rasa cemas yang kian memuncak, Sami akhirnya menerima panggilan telepon dari salah satu rekan Bilal. Kabar duka pun pecah: pasukan Israel telah menembak mati kakaknya di kawasan al-Mawasi, barat laut Kota Rafah, Gaza selatan.

Bilal Abu Moussa dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis pada 14 Juli lalu. Ia tewas setelah diterjang rentetan peluru dari drone dan kendaraan militer Israel yang bersiaga di area penempatan personel keamanan swasta penjaga bantuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sami menuturkan bahwa sang kakak bertugas mengamankan penyaluran bantuan untuk sejumlah organisasi internasional, termasuk UNICEF dan badan pengungsi PBB, UNRWA. Bilal telah bekerja selama beberapa bulan di sebuah perusahaan keamanan swasta untuk mengawal pasokan logistik bagi warga Gaza.

"Kakak saya sudah sering mengeluh. Pasukan Israel memang sengaja menjadikan para penjaga keamanan dan sopir truk sebagai target tembak," ujar Sami geram, seperti dilansir Asharq Al-Awsat

Aksi brutal ini bukan kejadian tunggal. Pada 20 Juli, sebuah drone Israel menyerang kendaraan milik perusahaan keamanan swasta yang bertugas mengawal bantuan Program Pangan Dunia (WFP). Tiga staf keamanan Palestina tewas dalam insiden tersebut.

Perusahaan keamanan Rimal al-Sahra Security langsung membantah tuduhan Israel yang mengklaim bahwa pegawainya mencoba menyelundupkan senjata.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa senjata yang dibawa saat insiden di al-Mawasi tersebut merupakan aset perusahaan yang murni digunakan untuk melindungi bantuan dari aksi penjarahan. Mereka menyebut praktik tersebut merupakan standar operasional yang telah disepakati melalui protokol perlindungan.

Ancaman maut tak hanya mengintai personel keamanan, namun juga para sopir truk pengangkut bantuan yang masuk melalui perlintasan Kerem Shalom. Di bawah pengawasan keamanan super ketat, satu gerakan keliru saja bisa berujung hilangnya nyawa.

Ahmed Nasser Isleem adalah sopir truk terbaru yang tewas di tangan pasukan Israel di kawasan perbatasan Gaza selatan. Pihak keluarga menyebut Ahmed ditembak mati tanpa alasan yang jelas pada 8 Juli lalu, dalam sebuah insiden yang mereka kecam sebagai "eksekusi kilat".

Kakak korban, Khader Isleem, menjelaskan bahwa Ahmed telah mengantongi izin resmi untuk mengemudikan truknya menuju area Philadelphi dan kembali membawa bantuan. Para pengemudi ini harus melewati pemeriksaan keamanan yang sangat berlapis sebelum mendapatkan izin.

Khader menuturkan, Ahmed sedang melakukan perjalanan bersama konvoi truk pembawa bantuan makanan untuk lembaga World Central Kitchen saat salah satu kendaraan mogok di tengah jalan. Saat Ahmed turun untuk membantu, sebuah mobil jip militer Israel mendekat dan menyuruh mereka mengangkat tangan.

"Tanpa peringatan, salah satu tentara itu menembak langsung ke arah kepala Ahmed dari jarak dekat," ungkap Khader.

Mengutip laporan The Guardian, sopir lain yang berada dalam konvoi tersebut membenarkan kesaksian itu. Usai menembak Ahmed "dengan darah dingin", para tentara Israel dilaporkan menyuruh semua sopir turun dari kendaraan, memaksa mereka melucuti pakaian, lalu memukuli mereka secara brutal.

Sebelumnya pada akhir Mei lalu, pasukan Israel juga mengeksekusi dua sopir truk, Mahmoud Awad dan Mohammed al-Hila, di dalam truk mereka sendiri di kawasan Rafah.

Meskipun militer Israel mengklaim telah melakukan penyelidikan dan mengubah aturan pelonggaran tembakan usai insiden tersebut, nyatanya tidak ada perbaikan situasi di lapangan.

Sejak saat itu, tercatat satu sopir tewas, empat orang terluka, dan sedikitnya 16 lainnya ditangkap atau ditahan secara sewenang-wenang. Kondisi ini memicu aksi protes dari asosiasi pengemudi truk independen yang mendesak perlindungan bagi para pekerja kemanusiaan yang terus-menerus menjadi sasaran tembak saat bertugas di perbatasan.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya