Cek Trump 500 Dolar Cair Jelang Pemilu, Demokrat-Republik Saling Serang

2 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai mengirimkan cek senilai 500 dolar AS kepada lebih dari 950 ribu warga di 30 negara bagian, Selasa (30/9/2026). Pencairan refund Affordable Care Act (ACA) atau Obamacare itu berlangsung hanya sekitar lima pekan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November dan segera menjadi amunisi baru pertarungan politik Demokrat dan Republik.

Trump menuding pemerintahan mantan Presiden Joe Biden telah menarik biaya terlalu besar dari peserta bursa asuransi kesehatan federal. Kubu Demokrat membalas dengan menyebut pembayaran 500 dolar AS itu sebagai gimmick politik yang tidak sebanding dengan kenaikan biaya kesehatan setelah subsidi ACA yang diperbesar berakhir.

“Selama bertahun-tahun, pemerintahan Biden membebani Anda secara berlebihan untuk mendanai operasional HealthCare.gov,” kata Trump dalam surat yang menyertai cek tersebut, sebagaimana diperoleh USA TODAY. Trump mengatakan uang tersebut merupakan milik masyarakat Amerika dan kini dikembalikan kepada mereka.

Departemen Keuangan AS mengirimkan cek tersebut bersama surat yang ditandatangani Trump kepada lebih dari 950 ribu penerima. Mereka berada di negara-negara bagian yang menggunakan bursa ACA federal, baik sepenuhnya maupun sebagian, untuk menjalankan pasar asuransi kesehatannya.

Gedung Putih menyebut pembayaran tersebut sebagai “Working Families Obamacare Refunds”. Pemerintah mengatakan hampir satu juta orang akan mendapatkan masing-masing 500 dolar AS dari kelebihan pungutan biaya pengguna atau user fees yang digunakan untuk mengoperasikan bursa federal Obamacare.

Namun, di balik sebuah cek senilai 500 dolar AS, perdebatan yang muncul jauh lebih besar. Republik menjadikannya bukti bahwa pemerintahan Trump mengembalikan uang masyarakat, sedangkan pengkritik dari kubu Demokrat menggunakannya untuk kembali mempersoalkan kebijakan kesehatan Trump dan Partai Republik.

Trump Serang Biden

Trump pertama kali mengumumkan refund tersebut pada 10 September melalui video yang disiarkan Gedung Putih. Pengumuman itu muncul bersamaan dengan momentum konvensi pemilu paruh waktu Partai Republik di Dallas dan ketika persoalan keterjangkauan biaya hidup menjadi isu penting menjelang pemilu November.

Gedung Putih menuduh pemerintahan Biden mengenakan user fees terhadap perusahaan asuransi pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang diperlukan untuk membiayai HealthCare.gov. Menurut pemerintahan Trump, biaya tersebut pada akhirnya diteruskan perusahaan asuransi kepada konsumen dalam bentuk premi yang lebih tinggi.

Pemerintah mengatakan pungutan tersebut menghasilkan surplus dana yang tidak dipakai untuk kepentingan orang-orang yang membayarnya. Atas dasar itulah Trump mengemas pembayaran 500 dolar AS bukan sebagai bantuan sosial baru, melainkan sebagai pengembalian uang kepada peserta.

“Uang itu milik warga Amerika yang bekerja keras, bukan milik pemerintah, dan sekarang saya mengembalikannya kepada Anda,” kata Trump dalam surat kepada penerima, seperti dikutip USA TODAY. Dalam video pengumuman sebelumnya, Trump juga mengatakan bantuan dimulai dengan mengembalikan uang kepada mereka yang menurut pemerintahannya telah membayar terlalu besar.

Gedung Putih mempertegas serangan politik tersebut dengan menyebut pengumpulan dana berlebih itu sebagai akibat “gross mismanagement” atau salah urus berat Obamacare oleh pemerintahan Biden. Klaim tersebut menjadi bagian sentral dari cara pemerintahan Trump menjelaskan alasan refund kepada publik.

Namun, asal-usul surplus dana tersebut lebih kompleks daripada narasi politik itu. Associated Press mencatat analisis KFF menemukan pemerintah pada masa jabatan pertama Trump juga mengumpulkan user fees lebih besar daripada pengeluaran untuk program terkait, sehingga menghasilkan dana yang tidak terpakai.

Demokrat Balik Menyerang

Kritik datang dari kelompok yang berafiliasi dengan kubu Demokrat. Brad Woodhouse, seorang ahli strategi Demokrat sekaligus Presiden organisasi advokasi kesehatan Protect Our Care, menyebut program rebate itu “an absolute joke” atau lelucon belaka.

Woodhouse menuding Trump dan anggota Republik telah membuat biaya layanan kesehatan lebih berat setelah kredit pajak yang membantu keluarga membayar premi tidak diperpanjang. Menurut dia, 500 dolar AS tidak akan cukup menutup peningkatan biaya yang harus ditanggung banyak keluarga akibat premi lebih tinggi.

Kritik tersebut merujuk pada berakhirnya enhanced premium tax credits ACA pada akhir 2025. Setelah Kongres yang dikuasai Republik membiarkan subsidi yang diperbesar tersebut berakhir, sejumlah peserta menghadapi lonjakan premi dan sebagian memilih menurunkan cakupan polis atau meninggalkan pasar ACA.

Baca Artikel Selengkapnya