Jakarta (ANTARA) - CEO PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto) Calvin Kizana mengingatkan bahwa pergerakan pasar jangka pendek, termasuk kenaikan suku bunga The Fed di Amerika Serikat (AS), tidak seharusnya mendorong investor mengambil keputusan secara emosional, baik karena FOMO maupun panic selling.
Ia mengimbau investor kripto ritel untuk tetap disiplin terhadap strategi dan profil risiko masing-masing, seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps).
“Pastikan dana yang digunakan sesuai kemampuan dan toleransi risiko, lakukan diversifikasi secara bijak, dan pahami aset yang dibeli sebelum mengambil keputusan,” kata Calvin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Untuk diketahui, pada Rabu (16/9) waktu setempat, The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan dari kisaran 3,50-3,75 persen menjadi 3,75-4,00 persen.
Secara umum, Calvin Kizana menilai keputusan The Fed menjadi sinyal penting bagi kondisi likuiditas dan selera investor terhadap aset berisiko secara global, termasuk kripto.
“Kebijakan suku bunga akan mempengaruhi kondisi likuiditas dan appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa bagi pasar di Indonesia, investor perlu memperhatikan tidak hanya pergerakan harga, tetapi juga perkembangan kebijakan moneter global secara keseluruhan.
Adapun reaksi awal pasar kripto sejauh ini tercatat relatif tenang, dengan Bitcoin belum menunjukkan pergerakan signifikan pasca pengumuman. Hal ini, catat Tokocrypto, mencerminkan pasar yang sebagian besar sudah mem-price-in skenario kenaikan ini sebelumnya.
“Pergerakan Bitcoin yang relatif tenang setelah pengumuman menunjukkan bahwa pasar sudah cukup mengantisipasi keputusan ini,” ujar Calvin.
Namun, Calvin juga mengingatkan bahwa volatilitas tetap dapat muncul seiring investor merespons data ekonomi dan kebijakan berikutnya.
“Ke depan, investor sebaiknya tidak hanya melihat satu keputusan The Fed sebagai penentu arah pasar dalam jangka panjang,” ujar Calvin.
Baca juga: DJP himpun pajak Rp11,2 triliun dari sektor usaha digital per Agustus
Baca juga: Indodax soroti respon Bitcoin di tengah kebijakan ketat The Fed
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·