Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kontraktor pertambangan batu bara PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melalui anak perusahaan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU) berinisiatif memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan industri hingga membuka akses peluang kerja internasional.
Inisiatif tersebut dilakukan melalui peresmian pusat pelatihan (training center) terintegrasi di Kota Depok, Jawa Barat, dan pusat tes (test center) di DKI Jakarta.
“Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan kesiapan tenaga kerja di Indonesia, dengan tujuan membekali peserta yang selaras dengan kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, serta akses ke peluang kerja internasional,” ujar Direktur DOID Iwan Fuad Salim dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Iwan mengatakan, peresmian training center dan test center mencerminkan komitmen jangka panjang Grup untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, melalui pengembangan sumber daya manusia sebagai inti utamanya.
“Kami berupaya turut menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda yang tidak sedang bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan, dengan memperkuat keterkaitan antara pelatihan dan dunia kerja, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja bagi talenta Indonesia,” ujar Iwan.
Baca juga: KP2MI catat ada 258.000 lowongan kerja tersedia di luar negeri
Chief Executive Officer (CEO) BIRU Kanya Stira Sjahrir mengatakan, perseroan terus berkomitmen untuk membantu menjembatani kesenjangan antara pelatihan dan dunia kerja.
“Kami fokus menyiapkan peserta melalui pelatihan yang mencerminkan kondisi kerja nyata, didukung oleh proses penguatan kompetensi dan sertifikasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Kanya.
Melalui kombinasi kurikulum yang relevan, praktik berbasis peralatan industri, serta pembelajaran yang berorientasi pada industri, pihaknya ingin membantu peserta membangun keterampilan, disiplin, dan kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kapasitas pelatihan, sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global, termasuk di sektor pengelolaan gedung di Jepang yang diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 37.000 pekerja pada tahun 2029,” ujar Kanya.
Baca juga: KP2MI gandeng perguruan tinggi tingkatkan kualitas calon pekerja
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Leontinus Alpha Edison menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BUMA Grup dalam mendukung agenda pemerintah.
“Melalui program Perintis Berdaya, kami berupaya membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih kuat bagi UMKM, koperasi, dan pekerja migran Indonesia, mulai dari penguatan kapasitas, akses, pembiayaan, hingga tata kelola pemberdayaan dan perlindungan,” ujar Leontinus.
Khusus melalui pilar Berdaya Global, pihaknya ingin mempersiapkan talenta Indonesia agar lebih siap bersaing di pasar kerja internasional melalui penguatan pelatihan, orientasi pra-penempatan yang relevan secara keterampilan dan budaya, serta tata kelola pekerja migran yang lebih baik.
“Kami percaya upaya ini tidak dapat dijalankan sendiri. Karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi dengan BIRU dan berharap kerja sama ini dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak pihak dapat saling terhubung dan membuka peluang yang lebih besar bagi calon pekerja migran Indonesia,” ujar Leontinus.
Baca juga: KP2MI jajaki peluang penempatan pekerja sektor hospitality ke Fiji
Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Dwi Setiawan Susanto mengatakan, kesempatan bekerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, pada dasarnya terbuka bagi talenta dari berbagai daerah di Indonesia, selama mereka memiliki standar kompetensi, kemampuan bahasa, dan pemahaman budaya yang memadai.
“Sejalan dengan itu, pemerintah telah mencanangkan penempatan pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 500.000 orang,” ujar Dwi.
Menurutnya, hal tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang, terutama menuju 2029 ketika bonus demografi kita diharapkan diisi oleh penduduk muda yang produktif, bertalenta, dan memiliki kualifikasi global.
“Kami berharap inisiatif yang dilakukan BIRU ini dapat menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring secara global,” ujar Dwi.
Baca juga: KP2MI perkuat pelindungan pekerja migran berbasis desa
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·