BSI bagi dividen Rp1,51 triliun dari laba bersih tahun buku 2025

1 jam yang lalu 2
Dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo menyatakan perseroan membagikan dividen tunai sebesar 20 persen dari total laba bersih tahun buku 2025, atau sekitar Rp1,51 triliun.

Ia mengatakan, berdasarkan alokasi tersebut dividen per lembar saham ditetapkan sebesar Rp32,81, seperti yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BSI Tahun Buku 2025 yang digelar hari ini.

“Dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau recording date,” ucap Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, besaran dividen tersebut naik 44 persen dari tahun sebelumnya. Dividen tunai pada tahun lalu ditetapkan 15 persen dari laba bersih tahun buku 2024, atau mencapai Rp1,05 triliun, dengan besaran dividen per lembar saham Rp22,78.

Informasi mengenai waktu pembagian dividen nantinya akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen perseroan.

“Direksi diberi kuasa dan wewenang dengan hak substitusi untuk melakukan, satu, penetapan jadwal dan tata cara pembagian yang berkaitan dengan pembayaran dividen untuk tahun buku 2025 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dua, pemotongan pajak dividen sesuai peraturan perpajakan yang berlaku,” kata Anggoro.

Sementara itu, 80 persen dari laba bersih tahun buku 2025, atau sebesar Rp6,05 triliun, ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.

Perseroan mencatatkan pertumbuhan aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melebihi rata-rata industri perbankan nasional sepanjang 2025, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 16,20 persen yoy menjadi Rp380 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tumbuh 12,58 persen yoy menjadi Rp318 triliun, melampaui pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional yang berada di angka 7,74 persen year-on-year (yoy) maupun pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 7,67 persen yoy.

Kinerja positif tersebut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 8,02 persen yoy menjadi Rp7,57 triliun pada 2025, sedangkan total aset perseroan per Desember 2025 mencapai Rp456 triliun, atau tumbuh 11,64 persen yoy.

Baca juga: BSI dukung program "PINTAR Reksa Dana" untuk perluas akses investasi

Baca juga: BSI perkuat digitalisasi untuk tingkatkan pengalaman nasabah

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya