BREAKING NEWS: Semua Pesawat Pembawa Relawan Global Sumud Flotilla Tiba di Turki

5 jam yang lalu 13

Sejumlah orang melakukan aksi solidaritas untuk para WNI yang diculik tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dalam Aksi Kamisan di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL – Panitia Global Sumud Flotilla (GSF) menyampaikan bahwa tiga penerbangan yang membawa para peserta misi kemanusiaan tersebut telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki. Pesawat-pesawat tersebut tiba pada sore hari waktu setempat.

“Dengan lega kami mengabarkan bahwa penerbangan TK6925, TK6921, dan TK6919 telah mendarat di Istanbul,” demikian pernyataan tim komunikasi keluarga dan kerabat peserta GSF.

Mereka menyebutkan, tim pendamping saat ini terus memantau proses kedatangan para peserta serta memastikan dukungan lanjutan bagi mereka setelah tiba di Turki.

Sebelumnya, tiga penerbangan maskapai Turkish Airlines yang membawa peserta Global Sumud Flotilla dilaporkan telah meninggalkan Palestina yang diduduki pada Kamis (21/5/2026) pukul 15.30 waktu Palestina. Ketiga pesawat tersebut saat ini dalam perjalanan menuju Bandara Istanbul, Turki.

Dalam pembaruan resmi yang disampaikan Tim Komunikasi Keluarga dan Sahabat peserta GSF, penerbangan yang dimaksud masing-masing bernomor TK6925, TK6921, dan TK6919.

Keberangkatan ini menjadi bagian dari proses deportasi sejumlah peserta flotilla kemanusiaan yang sebelumnya ditahan otoritas Israel setelah misi solidaritas menuju Gaza dihentikan secara paksa. Hingga kini, keluarga dan tim pendamping masih terus memantau kondisi para peserta selama proses pemulangan berlangsung.

Pemerintah Turki mengirim penerbangan sewaan ke Israel untuk memulangkan aktivis Global Sumud yang diculik, setelah Menteri Keamanan Nasional Israel memicu kemarahan internasional. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa mereka akan membawa warga negara Turki dan peserta dari negara ketiga ke Turki, dengan laporan media menyebutkan 78 warga negara Turki termasuk di antara para tahanan.

Sementara itu, Spanyol juga akan mendeportasi 44 aktivis Spanyol melalui Turki. Israel dilaporkan telah membebaskan ratusan aktivis yang berusaha melanggar blokade laut di Gaza dan sedang dalam proses mendeportasi mereka. Namun, satu peserta armada, Zohar Regev, yang merupakan warga negara Israel, masih dalam proses sidang pengadilan atas tuduhan yang dianggap tidak berdasar oleh kelompok advokasi hukum.

Baca Artikel Selengkapnya