BNI dukung penuh langkah pemerintah terkait aturan baru DHE SDA

1 jam yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung penuh langkah pemerintah yang akan memberlakukan aturan baru mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026.

“Dukungan ini sejalan dengan semangat BNI untuk terus melayani sepenuh hati dalam mendukung kebutuhan nasabah dan penguatan ekonomi nasional,” kata Corporate Secretary Okki Rushartomo dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Kebijakan retensi 100 persen DHE SDA yang dipusatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diyakini mampu memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendorong efek berganda bagi perekonomian.

Selain itu, kebijakan ini disebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pasokan valas di pasar domestik dan memperkuat peran Himbara sebagai agen pembangunan.

Baca juga: Airlangga: PP DHE SDA berlaku 1 Juni, wajib setor ke Himbara

Okki menuturkan aturan ini nantinya akan mewajibkan para eksportir untuk menempatkan seluruh dana DHE SDA ke Himbara selama satu tahun, berbeda dengan ketentuan sebelumnya yang membebaskan penempatan dana di bank dalam negeri mana pun.

Kebijakan baru ini juga akan membatasi porsi konversi devisa ke rupiah oleh eksportir dengan batas maksimal sampai 50 persen.

Menurut dia, aturan ini bisa berdampak positif untuk stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga ketersediaan likuiditas valuta asing di dalam negeri.

Dengan pengalaman dan jaringan internasional yang kuat, lanjutnya, BNI memiliki kesiapan untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut guna mengoptimalkan nilai tambah dari dana DHE SDA.

Baca juga: Prabowo beri keringanan retensi dana hasil ekspor untuk sektor migas

“Kami telah proaktif melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir SDA terkait mekanisme baru ini. BNI juga menyiapkan relationship manager khusus serta penguatan solusi keuangan digital melalui BNIDirect fitur DHE SDA," katanya.

BNIDirect fitur DHE SDA, lanjutnya, untuk mendukung proses, monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih terintegrasi, efisien, dan seamless, sehingga nasabah eksportir dapat menjaga dan mengatur cash flow supaya lebih optimal.

Seiring implementasi aturan baru tersebut, ke depan BNI disebut mulai menyiapkan strategi khusus untuk mengelola dana ini melalui penguatan layanan digital cash management, layanan treasury, dan optimalisasi instrumen investasi.

Selain itu BNI siaP menjadi mitra utama pemerintah dan eksportir dalam distribusi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik khusus DHE SDA.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya