BKPM: Tren investasi Jepang ke Indonesia menguat pada semester I-2026

2 jam yang lalu 3
Jepang menduduki posisi investor terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi sebesar 1,9 miliar dolar AS atau berkontribusi 6,2 persen terhadap total penanaman modal asing.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai tren investasi atau penanaman modal asing (PMA) dari Jepang ke Indonesia menguat pada semester I tahun 2026.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno mengatakan, hal itu tercermin dari Jepang yang menduduki posisi keempat sebagai negara dengan PMA terbesar di Indonesia per semester pertama tahun ini.

“Kemitraan ini terus menunjukkan tren yang menguat, dan pada semester pertama tahun 2026, Jepang menduduki posisi investor terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi sebesar 1,9 miliar dolar AS atau berkontribusi 6,2 persen terhadap total penanaman modal asing,” kata Riyatno dalam peluncuran buku “Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo di Osaka Jepang pada 2025”, di Jakarta, Rabu.

“Angka ini bukan sekadar statistik, namun merefleksikan kepercayaan yang tumbuh dari sebuah kemitraan panjang,” ujar dia menambahkan.

Adapun secara umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat bahwa sepanjang periode Januari sampai dengan Juni 2026 atau semester I-2026, total investasi yang masuk Indonesia sebanyak Rp1.010,6 triliun.

Sementara itu, terkait dengan komposisi investasi yang masuk, yaitu penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), tercatat total investasi masing-masing sebesar Rp507,6 triliun dan Rp502,9 triliun.

Lebih lanjut, Riyatno mengatakan pemerintah juga berkomitmen untuk memanfaatkan berbagai ajang internasional yang strategis guna menggaet lebih banyak lagi penanaman modal asing ke Indonesia.

Salah satunya adalah keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2025 di Osaka, Jepang, yang menghasilkan potensi kerja sama dan investasi dengan estimasi nilai mencapai 28,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dengan sektor industri hijau dan hilirisasi mencapai komitmen senilai 22,3 miliar dolar AS.

“Bagi kami, ini bukan semata soal mengenalkan produk, ini adalah wujud kemitraan penambahan modal,” kata dia lagi.

Riyatno mengatakan, kehadiran Pavilion Indonesia pada World Expo 2025 Osaka juga menjadi ruang untuk merawat sekaligus memperluas kemitraan bilateral, memperkenalkan peluang investasi baru kepada dunia usaha di Jepang, dan meletakkan fondasi yang lebih kokoh bagi kerja sama investasi kedua negara di masa mendatang.

“Momentum ini sejalan dengan arah dan kami pegang teguh di Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yaitu mendorong investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, investasi yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan manfaatnya dirasakan merata serta diharapkan dapat membuka peluang investasi berkelanjutan lebih lebar lagi,” kata Riyatno lagi.

Baca juga: BKPM sampaikan perusahaan biofarmasi Jepang investasi Rp539 miliar

Baca juga: Peluang investasi Jepang pada proyek DKI dongkrak citra RI di global

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya