Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting) menekankan pentingnya kerja sama konkret untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan keuangan.
Hal ini dilakukan antara lain melalui penggunaan mata uang lokal dan konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
Filianingsih, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kerja sama tersebut dapat memperkuat ketahanan terhadap guncangan eksternal dengan tetap mempertimbangkan kesiapan dan kondisi masing-masing negara.
“Bank Indonesia mendorong negara-negara BRICS untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi menjadi inovator dan kontributor aktif melalui penguatan riset dan kapasitas domestik," kata dia.
Filianingsih juga menekankan pentingnya kerja sama menghadapi risiko siber dan perubahan iklim untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan.
Adapun Filianingsih hadir mewakili Indonesia bersama Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung dalam pertemuan tersebut. Keduanya menyampaikan pandangan Indonesia dalam mendorong penguatan kerja sama dalam kerangka BRICS.
Baca juga: Bank sentral BRICS sepakat untuk perkuat kerja sama internasional
Pertemuan juga dihadiri para pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan dari negara anggota BRICS, yaitu Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Ethiopia dan Iran.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jaipur, India, pada 12-13 Agustus 2026, negara-negara BRICS mendorong penguatan resiliensi, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan global.
Upaya tersebut semakin penting di tengah dinamika geopolitik, pesatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI), serta meningkatnya risiko perubahan iklim.
Dalam forum tersebut, Indonesia melalui koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga mendorong pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI), peningkatan akses pembiayaan iklim bagi negara berkembang, serta transformasi digital dan AI sesuai tahapan pembangunan masing-masing negara.
Indonesia turut mendorong peningkatan peran negara berkembang dalam tata kelola ekonomi global, termasuk melalui penguatan IMF sebagai bagian dari jaring pengaman keuangan global.
Untuk diketahui, pertemuan ini merupakan bagian dari finance track Presidensi BRICS India 2026 yang bertujuan memperkuat kerja sama dan respons bersama terhadap tantangan ekonomi global.
Bank Indonesia pun menyatakan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dan kerja sama internasional untuk mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia.
Baca juga: Ekonom nilai keanggotaan RI di BRICS bukan berarti dukung dedolarisasi
Baca juga: Wamenperin yakin BRICS jadi ruang penguatan ekspor produk agro RI
Baca juga: Mendag: BRICS sepakati mayoritas substansi perdagangan
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·