BI prakirakan kinerja penjualan eceran terjaga pada April 2026

2 jam yang lalu 5

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran terjaga pada April 2026, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 231,0.

Prakiraan indeks tersebut menurun sebesar -10,0 persen secara bulanan (month to month/mtm) dari realisasi IPR pada Maret 2026 serta menurun -1,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari realisasi IPR pada April 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menyampaikan IPR April 2026 didorong oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta subkelompok sandang.

Secara rinci, kelompok suku cadang dan aksesori pada April 2026 diprakirakan tumbuh 18,8 persen (yoy); perlengkapan rumah tangga lainnya tumbuh 1,4 persen (yoy), serta subkelompok sandang tumbuh 4,4 persen (yoy).

Penjualan kelompok lain diprakirakan berada pada zona kontraksi, terutama pada kelompok barang budaya dan rekreasi; makanan, minuman, dan tembakau; serta bahan bakar kendaraan bermotor masing-masing sebesar -1,1 persen (yoy); -2,1 persen (yoy); dan -2,8 persen (yoy).

Secara bulanan, kinerja penjualan eceran April 2026 yang diprakirakan menurun dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Penurunan terjadi pada seluruh cakupan kelompok dengan kontraksi terdalam pada kelompok barang budaya dan rekreasi (-14,1 persen mtm); makanan, minuman, dan tembakau (-10,7 persen mtm); serta peralatan informasi dan komunikasi (-10,9 persen mtm).

Mengenai realisasi pada Maret 2026, IPR tercatat sebesar 256,7. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori (tumbuh 15,5 persen yoy); barang budaya dan rekreasi (tumbuh 14,8 persen yoy); serta makanan, minuman, dan tembakau (tumbuh 4,7 persen yoy)

Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3 persen (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1 persen (mtm).

Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan seluruh kelompok, terutama kelompok barang budaya dan rekreasi (12,9 persen mtm); makanan, minuman, dan tembakau (10,8 persen mtm); bahan bakar kendaraan bermotor (9,3 persen mtm), serta subkelompok sandang (26,2 persen mtm), sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juni dan September 2026, diprakirakan meningkat.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Baca juga: BI prakirakan kinerja penjualan eceran pada Maret 2026 tetap tumbuh

Baca juga: BI: Penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya