Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan pihaknya mengoptimalkan seluruh instrumen moneter untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah ini terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
“Bank Indonesia mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA),” ucapnya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.
Dalam kaitan ini, lanjut dia, BI telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows, menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.
Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar rupiah dinyatakan menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global.
Nilai tukar rupiah sendiri per 22 September 2026 tercatat Rp17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,7 persen (point to point) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2026.
“Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan nilai tukar rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen Bank Indonesia serta imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik. Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ungkap Destry.
Baca juga: Gubernur BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik
Baca juga: BI: Prospek ekonomi global belum kuat, ketidakpastian tetap tinggi
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·