BI: Kinerja NPI perlu diperkuat untuk dukung ketahanan eksternal

43 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global.

“Neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS,” kata dia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan III-2026 hingga 21 September 2026 mencatat net inflows sebesar 0,4 miliar dolar AS, ditopang penerbitan global bond pemerintah dan inflows pada Surat Berharga Negara (SBN).

Untuk posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga sebesar 146,5 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Ke depan, sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal di tengah gejolak global,” ungkap Destry.

Sebagai informasi, BI melalui RDG Bulanan periode September 2026 yang berlangsung pada Selasa (22/9) dan Rabu ini, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75 persen.

Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 6,5 persen.

Keputusan ini dinyatakan tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: Rupiah melemah seiring respons negatif atas defisit transaksi berjalan

Baca juga: BI dukung pembentukan PFII untuk memperkuat ketahanan eksternal RI

Baca juga: BI: Neraca pembayaran triwulan II 2026 defisit 0,9 miliar dolar AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya