BI: AI berpotensi bantu produktivitas bank sentral dan sektor keuangan

2 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam pelaksanaan tugas bank sentral maupun sektor keuangan dalam jangka menengah dan panjang.

Menurut Perry, implementasi AI di Bank Indonesia dilakukan secara bertahap melalui penguatan kualitas data dan metadata, tata kelola, kapabilitas sumber daya manusia, serta pengembangan berbagai inovasi, dengan tetap menjaga kedaulatan data dan infrastruktur strategis.

“Keberhasilan adopsi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antara manusia, proses, dan tata kelola yang baik,” kata Perry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Adapun Perry menghadiri Executive Meeting of East Asia-Pacific Central Banks (EMEAP) ke-31 Governors' Meeting yang diselenggarakan pada Kamis (23/7) dan Jumat di Singapura.

Melalui pertemuan tersebut, para Gubernur Bank Sentral kawasan Asia Pasifik sepakat memperkuat tata kelola adopsi AI di bank sentral.

Forum membahas peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan kinerja bank sentral, sekaligus potensi risikonya terhadap perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.

Karena itu, para Gubernur menegaskan pentingnya kesigapan bank sentral dalam merespons dinamika global melalui bauran kebijakan yang adaptif, serta memastikan adopsi AI dilakukan secara bertanggung jawab melalui penguatan tata kelola, pengawasan, dan mitigasi risiko.

Baca juga: Agora - FPT perkuat kemitraan digital berbasis AI di sektor perbankan

Baca juga: Citibank sebut laba perbankan bisa capai 2 triliun dolar AS berkat AI

Forum juga menyoroti bahwa adopsi AI di bank sentral dan sektor keuangan perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola dan kerangka pengawasan.

Langkah tersebut dipandang penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko akibat ketergantungan pada penyedia teknologi AI dan komputasi awan (cloud), serta keterkaitan risiko antarlembaga keuangan dan lintas negara.

Sejalan dengan itu, para Gubernur Bank Sentral EMEAP juga sepakat memperkuat kolaborasi regional untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengembangan tata kelola AI, peningkatan ketahanan siber, serta penanganan penipuan digital (digital fraud and scams) yang semakin bersifat lintas negara.

Pertemuan EMEAP ke-31 dihadiri Gubernur Bank Sentral Australia, Hong Kong SAR, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, dan Thailand, serta Deputi Gubernur Bank Sentral Tiongkok dan Hong Kong SAR. Selanjutnya, pertemuan EMEAP ke-32 tahun 2027 akan dipimpin oleh Bank Indonesia.

Baca juga: Bank Jago kenalkan inovasi navigasi kesehatan keuangan berbasis AI

Baca juga: Bank Mandiri sebut sejumlah tantangan penerapan AI di perbankan

Baca juga: AI berpotensi cegah penipuan dalam sistem perbankan digital

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya