Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Volodymyr Zelensky meminta lisensi produksi rudal patriot untuk Ukraina saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Selasa (28/7).
Zelensky bertemu Trump sekitar satu jam. Selama berbincang, mereka juga membahas upaya negosiasi dengan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dan Presiden membahas lisensi untuk produksi rudal pencegat Patriot dan beberapa ide lain yang bisa membantu," kata Zelensky di X.
"Kami juga berbicara tentang diplomasi - penting agar proses diplomasi dihidupkan kembali," imbuh dia.
Zelensky juga menyampaikan terima kasih atas bantuan AS dan Trump selama ini. Ia lantas menyebut tindak lanjut pertemuan itu akan dibahas tim terkait.
Sebelum pertemuan itu terjadi, salah satu pejabat Ukraina mengatakan tujuan utama kunjungan Zelensky adalah untuk mendapat pasokan rudal anti-balistik dan mendorong perundingan dengan Rusia, demikian dikutip AFP.
Tawaran Ukraina memproduksi rudal Patriot sebetulnya sudah muncul sejak beberapa pekan lalu. Saat itu, Trump menyambut dan memberi lampu hijau.
Hubungan Zelensky dan Trump di jabatan kedua ini sungguh fluktuatif. Namun, belakangan relasi mereka tampak membaik.
Trump bahkan sempat mengatakan serangan Ukraina ke dalam wilayah Rusia bisa mengakhiri perang. Saran yang membuat hubungan politikus Republik itu dengan Presiden Vladimir Putin renggang.
Sejak melenggang kedua kali ke Gedung Putih, Trump menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina. Sebagai gantinya, dia meminta negara-negara Eropa membeli senjata AS yang kemudian dikirim ke Ukraina.
Meski demikian, AS tetap menjadi sekutu utama Ukraina dan terus menyediakan informasi intelijen dan akses ke sistem satelit Starlink untuk komunikasi di medan perang.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·