Benarkah Golden Dome AS Bisa Cegat Rudal Hipersonik? Ini Reaksi Keras Rusia-China

1 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rusia dan China kompak mengecam rencana Amerika Serikat membangun sistem pertahanan rudal “Golden Dome” yang digagas Presiden AS Donald Trump. Kedua negara menilai proyek tersebut dapat mengganggu stabilitas strategis global dan memicu perlombaan senjata baru.

Kecaman itu disampaikan dalam pernyataan bersama usai pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. Dalam dokumen tersebut, Moskow dan Beijing menuding Washington tengah membangun sistem pertahanan rudal global berskala besar yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan dunia.

“Pihak-pihak meyakini proyek ‘Golden Dome’ Amerika Serikat, yang bertujuan membangun sistem pertahanan rudal global tanpa batas dan berlapis-lapis, merupakan ancaman nyata terhadap stabilitas strategis,” demikian pernyataan bersama Rusia dan China, sebagaimana dilaporkan The Straits Times pada Rabu (20/5/2026).

Kedua negara juga menilai proyek tersebut bertentangan dengan prinsip dasar stabilitas nuklir internasional karena menghubungkan kemampuan pertahanan dengan kekuatan serangan strategis.

“Rencana ini sepenuhnya bertentangan dengan prinsip utama menjaga stabilitas strategis, yang menuntut keterkaitan antara senjata ofensif strategis dan sistem pertahanan strategis,” lanjut pernyataan itu.

Sistem “Golden Dome” dirancang sebagai jaringan pertahanan rudal terpadu yang mampu mendeteksi serta mencegat berbagai jenis rudal, termasuk rudal hipersonik. Program tersebut disebut-sebut menjadi salah satu prioritas kebijakan pertahanan Trump di tengah meningkatnya rivalitas global dengan Rusia dan China.

Selain menyoroti proyek pertahanan rudal AS, Rusia dan China juga mengkritik arah kebijakan keamanan Washington yang dinilai semakin agresif. Mereka memperingatkan risiko meningkatnya militerisasi luar angkasa dan ancaman perlombaan senjata generasi baru.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan Amerika Serikat terlalu berfokus pada pencarian keamanan absolut untuk kepentingannya sendiri.

“Amerika Serikat, dengan mengejar kebijakan ‘America First’, terobsesi mencari keamanan absolut bagi dirinya sendiri. Hal ini merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global,” kata Mao Ning.

Baca Artikel Selengkapnya