Ben Gvir Ancam Ekseskusi Semua Tahanan Palestina

44 menit yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir merilis sebuah video yang memperlihatkan dirinya berada di dalam sel tahanan Palestina, Hassan Salameh, yang telah ditahan oleh Israel sejak tahun 1996. Di sana, ia menyampaikan niat mengeksekusi semua tahanan Palestina.

"Saya ingin membunuhmu. Saya ingin mengeksekusimu," ujar Ben-Gvir kepada Salameh dalam rekaman tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Anadolu. Salameh, yang berasal dari Jalur Gaza, sedang menjalani beberapa hukuman seumur hidup setelah dinyatakan bersalah oleh Israel atas sejumlah serangan pada tahun 1990-an.

Saat ini terdapat sekitar 10 ribu warga Palestina yang ditahan Israel, kebanyakan tanpa prosedur hukum yang layak. Perempuan dan anak-anak tak luput dari penahanan tersebut. Lembaga HAM dan mantan tahanan mengungkapkan kondisi takj manusiawi di penjara-penjara Israel.

Dalam sebuah unggahan yang menyertai video tersebut, Ben-Gvir menyatakan akan berupaya melaksanakan hukuman mati terhadap tahanan seperti Salameh jika ia menjabat sebagai menteri pertahanan dalam pemerintahan Israel mendatang. Ia juga berjanji untuk mendorong apa yang disebutnya sebagai "migrasi sukarela" dari Gaza dan Tepi Barat yang diduduki—sebuah istilah yang kerap ia gunakan untuk merujuk pada usulan pemindahan paksa warga Palestina.

Ben-Gvir mengatakan bahwa partainya, Jewish Power (Otzma Yehudit), akan menuntut jabatan menteri pertahanan dan menteri kehakiman sebagai syarat untuk bergabung dalam pemerintahan mendatang. Pemilihan umum Knesset Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Kantor Media Tahanan mengecam kemunculan Ben-Gvir di hadapan kamera bersama Salameh. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Al Mayadeen, kantor tersebut menggambarkan konfrontasi dengan tahanan yang sedang diborgol itu sebagai "aksi pamer yang menyingkap mentalitas pendudukan yang didasarkan pada penargetan dan penganiayaan terhadap para tahanan."

Kantor tersebut menyatakan bahwa ancaman itu "merupakan hasutan langsung untuk melakukan tindak kejahatan terhadap tahanan Salameh," yang menurut mereka telah menjalani kondisi penahanan yang keras selama bertahun-tahun. Mereka meminta pertanggungjawaban otoritas Israel atas nyawa dan keselamatan Salameh serta mendesak organisasi hak asasi manusia internasional untuk turun tangan.

Kantor tersebut juga menyebut video itu sebagai "manuver politik dan elektoral murahan," seraya menuduh Ben-Gvir menggunakan ancaman terhadap tahanan demi menarik simpati pemilih ekstremis. Mereka menyatakan bahwa penampilan Salamehmemperlihatkan dampak dari kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis sistematis dalam penahanan Israel.

Komisi Urusan Tahanan Palestina juga mengecam video tersebut. Kepala komisi, Raed Abu al-Hummus, menggambarkan kondisi di dalam penjara Israel sebagai "terorisme terorganisir" dan menyerukan tindakan internasional, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan bahwa video Ben-Gvir mengisyaratkan bahaya pembunuhan lebih lanjut terhadap tahanan Palestina. Gerakan tersebut menegaskan bahwa ancaman itu tidak akan melemahkan semangat Salameh maupun tahanan lainnya, serta berjanji untuk terus mengupayakan pembebasan mereka.

Konfrontasi ini terjadi di tengah desakan Ben-Gvir agar tahanan Palestina dijatuhi hukuman mati. Menurut laporan Anadolu, pada bulan Maret, Knesset Israel mengesahkan undang-undang yang mengizinkan penerapan hukuman mati dalam kasus-kasus tertentu melalui pemungutan suara dengan hasil 62 lawan 48. Undang-undang tersebut memungkinkan penjatuhan hukuman mati tanpa adanya tuntutan dari pihak penuntut umum ataupun keputusan bulat.

Ben-Gvir juga telah memperketat pembatasan terhadap tahanan Palestina selama masa jabatannya sebagai menteri keamanan nasional. Al Mayadeen melaporkan bahwa ia mendatangi penjara Negev bulan lalu dan memerintahkan penyitaan pakaian yang masih dimiliki oleh para tahanan.

Kantor Media Tahanan menyatakan bahwa peringatan mereka mengenai Salameh mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terkait perlakuan terhadap warga Palestina di penjara-penjara Israel. Mereka menyerukan langkah-langkah mendesak untuk melindungi para tahanan menyusul ancaman terbuka yang dilontarkan oleh Ben-Gvir.

Baca Artikel Selengkapnya