Tim pertahanan sipil Palestina berupaya mengevakuasi sekitar 45 jenazah yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah keluarga Ghaboun—yang hancur akibat serangan Israel baru-baru ini—di Jalan Al Talatini, Kota Gaza, pada 27 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Sembilan belas jenazah, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dievakuasi dari reruntuhan bangunan tempat tinggal yang hancur di Kota Gaza. Proses evakuasi yang rampung pada hari Sabtu itu merupakan bagian terbaru dari upaya yang berjalan lambat dan sebagian besar dilakukan secara manual untuk mengeluarkan jenazah dari balik reruntuhan di Gaza.
Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan semacam itu terkendala oleh kelangkaan kronis alat berat yang dibutuhkan untuk menyingkirkan puing-puing beton.
Mohammed Abu Dan, yang memimpin upaya pemulihan, mengatakan bahwa pekerjaan di gedung "Karam" di wilayah barat Gaza telah berakhir setelah pencarian dilakukan selama empat hari berturut-turut. Dilansir Aljazirah, ia mengatakan, tim medis khusus dan petugas pertahanan sipil kini akan beralih ke lokasi baru di tempat lain di Kota Gaza untuk melanjutkan operasi pencarian.
Para pejabat pertahanan sipil berulang kali menyatakan bahwa tim mereka hanya mengandalkan peralatan sederhana dan kerja manual yang sangat menguras tenaga, karena tidak tersedianya alat berat yang mampu memindahkan bongkahan beton akibat serangan Israel.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa lebih dari 8.000 orang masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan di seluruh wilayah tersebut. Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober tahun lalu, setidaknya 1.254 orang syahid, 4.121 orang terluka, dan 804 jenazah telah dievakuasi dari reruntuhan, menurut data terbaru kementerian tersebut.
Total korban jiwa sejak Oktober 2023 mencapai lebih dari 73.300 orang, dengan lebih dari 174.000 orang mengalami luka-luka. Operasi evakuasi ini menyusul pemakaman massal yang digelar di Kota Gaza pada hari Selasa bagi 112 orang dari keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna; jenazah mereka ditemukan di antara puing-puing blok permukiman di kawasan Sabra, Gaza, yang hancur akibat serangan Israel pada November 2023.

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·