Belanja Tangerang 2027 dirancang turun sekitar Rp157 miliar

44 menit yang lalu 1

Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menargetkan pendapatan daerah pada 2027 sebesar Rp5,16 triliun, yang terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) Rp3,28 triliun dan pendapatan transfer sekitar Rp1,87 triliun.

Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam keterangannya di Tangerang, Selasa, mengatakan rancangan pendapatan tersebut menjadi bagian dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 yang telah disampaikan kepada DPRD Kota Tangerang.

Dalam rancangan tersebut, belanja daerah direncanakan mencapai Rp5,61 triliun, dengan alokasi sekitar Rp3,40 triliun untuk urusan wajib pelayanan dasar.

Dari alokasi pelayanan dasar itu, anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp1,50 triliun dan kesehatan Rp999,88 miliar.

"APBD harus dikelola secara cermat dan tepat sasaran, agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Sachrudin.

Ia mengatakan Pemkot Tangerang menetapkan lima prioritas pembangunan pada 2027, yakni peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, penguatan ekonomi produktif, peningkatan infrastruktur perkotaan, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta pelayanan publik yang responsif.

Menurut dia, penyusunan anggaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar pelaksanaan program dan penyerapan anggaran.

"Yang terpenting bukan cuma program terlaksana, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pelayanan harus semakin baik, persoalan warga tertangani, dan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Sachrudin meminta setiap perangkat daerah memastikan program yang direncanakan memiliki sasaran jelas, dilaksanakan secara efektif, dan menghasilkan manfaat yang terukur.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam pembahasan RAPBD 2027 agar penyusunan anggaran berlangsung transparan, akuntabel, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, berdasarkan data DPRD Kota Tangerang, belanja daerah dalam Perubahan APBD 2026 disepakati sebesar Rp5,767 triliun, sedangkan pendapatan daerah mencapai Rp5,186 triliun.

Dengan demikian, rancangan belanja daerah 2027 sebesar Rp5,61 triliun lebih rendah sekitar Rp157 miliar dibandingkan anggaran belanja setelah perubahan pada 2026.

Adapun target pendapatan daerah 2027 sebesar Rp5,16 triliun lebih rendah sekitar Rp26 miliar dibandingkan target pendapatan dalam Perubahan APBD 2026.

Meski demikian, angka-angka dalam RAPBD 2027 masih dapat berubah karena harus melalui pembahasan dan persetujuan bersama pemerintah daerah dan DPRD.

Ketua DPRD Kota Tangerang Saiful Milah mengatakan rancangan APBD 2027 perlu dicermati lebih lanjut, termasuk oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

"Dari nilai APBD yang menurun ini, kita akan kawal dengan baik dari berbagai sektor. Nantinya, Badan Anggaran akan mencermati dan mengoreksi sebaik-baiknya, sehingga anggaran yang disusun benar-benar mengarah kepada kepentingan masyarakat," katanya.

Sachrudin berharap pembahasan RAPBD 2027 menghasilkan kebijakan anggaran yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

"Keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari apa yang dibangun, tetapi dari perubahan yang dirasakan masyarakat. Itulah yang ingin kita wujudkan melalui APBD 2027, agar setiap kebijakan dan anggaran benar-benar membawa Kota Tangerang semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera," ujarnya.

Baca juga: BPKAD: Pendapatan Karawang capai Rp3,83 Triliun hingga September 2026

Baca juga: Perluasan basis pajak dongkrak pemasukan di Bali tembus Rp11,2 triliun

Baca juga: Pemkot Batam genjot PAD perkuat kapasitas fiskal daerah

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya