BEI usulkan skema insentif dan disinsentif untuk perdagangan karbon

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan penerapan skema insentif dan disinsentif untuk meningkatkan transaksi perdagangan karbon melalui bursa.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyampaikan pihaknya tengah menyiapkan proposal kepada pemerintah agar transaksi karbon melalui bursa memperoleh insentif, sementara transaksi di luar bursa dapat dikenakan disinsentif.

"Jadi, memang harus ada mekanisme insentif dan disinsentif untuk transaksi di karbon. Harusnya, kalau ditransaksikan di bursa harusnya dapat insentif, di luar bursa harusnya dapat disinsentif. Itu yang sedang kami coba buat proposalnya, kami usulkan nanti ke pemerintah," kata Iding di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, salah satu bentuk insentif yang dapat dipertimbangkan adalah pengenaan pungutan negara yang lebih rendah terhadap transaksi karbon yang dilakukan melalui bursa.

"Untuk transaksi karbon di bursa harusnya dapat insentif dengan misalnya memang sekarang belum ada pajak karbon, namanya sekarang PNBP penerimaan negara bukan pajak. Harapannya, pengenaan PNBP di bursa karbon lebih kecil dibanding mereka transaksi di luar bursa," ujarnya.

Iding menilai transaksi melalui bursa memberikan sejumlah keunggulan, terutama dari sisi transparansi dan pengawasan, sehingga seluruh transaksi yang berlangsung di bursa dapat terlihat.

"Karena bursa itu tentunya banyak kelebihannya karena di situ ada transparansi, semuanya kelihatan, pengawasan juga mudah, pemerintah atau regulator juga bisa melihat potensi secara keseluruhan karbon kita," katanya.

Sebaliknya, transaksi yang dilakukan secara langsung di luar bursa dinilai lebih sulit dipantau karena bergantung pada pelaporan masing-masing pihak.

"Kalau di luar kan ya udah masing-masing aja. Kalau mereka nggak lapor ya nggak tahu tuh pemerintah ada penjualan karbon," ujar Iding.

Selain meningkatkan transparansi, BEI menilai perdagangan karbon melalui bursa dapat memperkuat pembentukan harga atau price discovery.

"Jadi, kami meng-encourage dan juga akan mengusulkan proposal untuk dapat disinsentif itu. Karena manfaatnya juga price discovery-nya lebih baik karena kan berdasarkan supply and demand, kalau di luar ya negosiasi aja masing-masing," katanya.

Baca juga: BEI dorong masyarakat berpartisipasi perkuat pasar karbon RI

Baca juga: IDXCarbon: Adanya minat pembelian 14 juta ton karbon dari COP30 Brasil

Baca juga: OJK: Pemahaman penting untuk dorong partisipasi SJK di pasar karbon

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya