Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan antusiasme sejumlah pemerintah daerah (pemda) yang ingin melakukan penjajakan untuk menerbitkan obligasi melalui pasar modal Indonesia, mengingat terbatasnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Meski banyak minat penjajakan dari sejumlah pemda, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengungkapkan BEI sendiri sampai masih melakukan kajian terhadap potensi penerbitan obligasi daerah.
“Penjajakan banyak, tapi ini political will,” ujar Saidu kepada awak media, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.
Saidu mengungkapkan, terdapat sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) yang berminat melakukan penjajakan dengan BEI, yang merupakan salah satu langkah perusahaan terkait untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.
Ia mengatakan, terdapat beberapa pemda yang mewajibkan BUMD mencari sumber pendanaan baru atau creative financing.
“Penjajakan untuk creative financing, artinya mereka diminta untuk cari alternatif-alternatif yang kreatiflah untuk masalah pembiayaan,” ujar Saidu.
Khusus untuk BUMD DKI Jakarta, Saidu mengonfirmasi bahwa terdapat penjajakan yang akan dilakukan terhadap tiga perusahaan, di antaranya PT Bank Jakarta (Perseroda), PT Transportasi Jakarta (Perseroda), dan PAM Jaya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan minatnya untuk menerbitkan obligasi daerah (surat utang daerah), yang ditargetkan akan dilakukan tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan obligasi daerah yang akan diterbitkan berpotensi menyerap dana mencapai Rp3,5 triliun.
Pramono menjelaskan, obligasi daerah dilakukan untuk meredam tekanan fiskal di Jakarta, mengingat pemerintah pusat telah memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) atau Transfer ke Daerah (TKD) untuk Provinsi Jakarta sebesar Rp15 triliun.
"Dengan dipotong Rp15 triliun, tentunya ada tekanan daripada fiskalnya Jakarta. Bagaimana terhadap hal ini? Saya sekarang ini, tahun ini, pertama kali menerbitkan, dan mungkin baru pertama kali ada di republik ini yang namanya obligasi daerah," ujar Pramono dalam diskusi, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (30/6).
Baca juga: MPR RI dorong RUU Obligasi Daerah segera disahkan
Baca juga: NTB jajaki penerbitan sukuk hijau untuk biayai proyek energi bersih
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·